Pasal 36
BAB 2 — TATA CARA PERMINTAAN DAN PEMBERIAN CUTI
(1) Untuk mendapatkan Cuti di luar tanggungan negara, PNS yang bersangkutan mengajukan permintaan/permohonan secara tertulis kepada PPK disertai dengan alasan yang dibuat berdasarkan Formulir B tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Lembaga ini. (2) Berdasarkan permintaan/permohonan secara tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PPK atau pejabat lain yang ditunjuk mengajukan permintaan persetujuan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara yang dibuat rangkap 3 (tiga) berdasarkan Formulir C tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Lembaga ini.
(3) Dalam hal permintaan/permohonan Cuti di luar tanggungan negara disetujui, Kepala Badan Kepegawaian Negara menandatangani persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (4) Dalam hal permintaan/permohonaan Cuti di luar tanggungan negara ditolak, Kepala Badan Kepegawaian Negara mengembalikan secara tertulis usul persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disertai alasan penolakan. (5) Persetujuan Kepala Badan Kepegawaian Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diperuntukkan kepada: a. Kepala LIPI; b. Kepala Kantor Perbendaharaan Negara; dan c. Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian.
