Pasal 32
BAB 4 — PEMBENTUKAN PPLN DAN KPPSLN
(1) Tata cara pemberhentian dengan tidak hormat anggota PPLN dan KPPSLN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3) dilakukan dengan tahapan meliputi: a. menerima laporan atau temuan dugaan pelanggaran; b. meneliti materi laporan atau temuan dugaan pelanggaran; c. melakukan klarifikasi; dan
d. melakukan kajian dan mengambil keputusan. (2) Tahapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh KPU untuk PPLN dan oleh PPLN untuk KPPSLN. (3) Tahapan pemberhentian dengan tidak hormat anggota KPPSLN dilaporkan kepada KPU oleh PPLN melalui kementerian yang menyelenggarakan urusan luar negeri. (4) KPU dan/atau PPLN meneliti materi laporan atau temuan dugaan pelanggaran dan membuat ringkasan hasil penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. (5) Dalam melakukan klarifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, KPU dan/atau PPLN dapat: a. menggali, mencari dan menerima masukan dari berbagai pihak untuk kelengkapan dan kejelasan pemaham laporan; b. memanggil para pihak di lokasi kejadian perkara; c. meminta bukti pendukung; dan d. melakukan koordinasi dan/atau melibatkan Bawaslu atau Panwaslu LN sesuai dengan tingkatannya. (6) Berdasarkan hasil penelitian dan klarifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5), KPU dan/atau PPLN mengambil keputusan dalam rapat pleno. (7) Dalam hal rapat pleno sebagaimana dimaksud pada ayat (6) memutus pemberhentian anggota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3), anggota yang bersangkutan diberhentikan sementara sebagai PPLN dan KPPSLN sampai dengan diterbitkannya keputusan pemberhentian. (8) KPU dan/atau PPLN MENETAPKAN keputusan pemberhentian anggota PPLN dan KPPSLN sebagaimana dimaksud pada ayat (7).
