Pasal 56
BAB 4 — PENGHITUNGAN SUARA
(1) Formulir Model C-LN, Model C1-LN Berhologram, dan Lampiran Model C1-LN Berhologram, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (2), serta Model C1-LN dan Lampiran Model C1-LN DPR, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (3), ditandatangani oleh Ketua KPPSLN dan paling kurang 2 (dua) orang Anggota KPPSLN serta dapat ditandatangani oleh Saksi yang hadir. (2) Penandatanganan formulir Model C-LN Penghitungan, Model C1-LN, dan Lampiran Model C1-LN sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan setelah rapat Penghitungan Suara selesai. (3) Saksi Partai Politik yang hadir pada rapat penghitungan suara berhak menerima: a. Model C-LN Penghitungan; b. Model C1-LN dan lampiran Model C1-LN.
www.djpp.kemenkumham.go.id
(4) Dalam hal Partai Politik yang tidak menghadirkan Saksi pada rapat Pemungutan Suara, Partai Politik dapat meminta kepada PPLN Formulir Model C-LN Penghitungan, Model C1-LN dan Lampiran Model C1-LN. (5) KPPSLN menyerahkan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (4) kepada PPLN. (6) Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (5) menempuh mekanisme sebagai berikut : a. dapat diambil sampai dengan berakhirnya pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan suara di PPLN yang bersangkutan; b. Partai Politik dapat mengambil salinan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dengan membawa surat tugas atau mandat dari pengurus partai politik; c. PPLN membuat tanda terima penyerahan dokumen.
