Pasal 47
BAB 7 — PERINGATAN TERTULIS
(1) Peringatan Tertulis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (2) huruf a dilakukan paling banyak 3 (tiga) kali. (2) Peringatan Tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. Peringatan Tertulis I; b. Peringatan Tertulis II; dan c. Peringatan Tertulis III. (3) Peringatan Tertulis I paling sedikit memuat: a. identitas Terlapor; b. uraian pelanggaran UNDANG-UNDANG; c. perintah perbaikan pelanggaran UNDANG-UNDANG; dan d. jangka waktu pelaksanaan perbaikan pelanggaran UNDANG-UNDANG. (4) Peringatan Tertulis II dan Peringatan Tertulis III paling sedikit memuat: a. identitas Terlapor; b. uraian pelanggaran UNDANG-UNDANG; c. perintah perbaikan pelanggaran UNDANG-UNDANG; d. pelaksanaan perintah perbaikan pelanggaran UNDANG-UNDANG; dan e. jangka waktu pelaksanaan perbaikan dugaan pelanggaran UNDANG-UNDANG. (5) Terlapor wajib melaksanakan seluruh perintah perbaikan pelanggaran dalam jangka waktu yang ditentukan. (6) Jangka waktu pelaksanaan Peringatan Tertulis I sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a paling lama 30 (tiga puluh) hari dan dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan Rapat Komisi. (7) Jangka waktu pelaksanaan Peringatan Tertulis II sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b paling lama
30 (tiga puluh) hari dan dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan Rapat Komisi. (8) Jangka waktu pelaksanaan Peringatan Tertulis III sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c paling lama 30 (tiga puluh) hari dan dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan Rapat Komisi.
