Pasal 2
BAB 2 — PENARIKAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG
(1) Rancangan UNDANG-UNDANG dapat berasal dari DPR atau PRESIDEN. (2) Rancangan UNDANG-UNDANG yang berasal dari DPR dapat berasal dari DPD (3) Rancangan UNDANG-UNDANG yang berasal dari DPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan oleh Pimpinan DPD kepada Pimpinan DPR. (4) Rancangan UNDANG-UNDANG dari DPD sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan oleh Pimpinan DPR kepada Badan Legislasi untuk dilakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan UNDANG-UNDANG. (5) Rancangan UNDANG-UNDANG dari DPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh Anggota, Komisi, gabungan komisi, atau Badan Legislasi. (6) Pengajuan rancangan UNDANG-UNDANG oleh Anggota, Komisi, gabungan Komisi harus melalui pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan UNDANG-UNDANG di Badan Legislasi sebelum rancangan UNDANG-UNDANG disampaikan kepada Pimpinan DPR.
