Pasal 66
BAB 6 — ALAT KELENGKAPAN DPD
(1) Ketua dan/atau Wakil Ketua DPD berhenti dari jabatannya karena: a. meninggal dunia; b. mengundurkan diri; atau c. diberhentikan. (2) Pemberhentian Pimpinan DPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut: a. Pimpinan DPD menyampaikan dalam sidang paripurna atas meninggalnya salah satu Pimpinan DPD; dan b. Pimpinan DPD menyampaikan surat atas meninggalnya salah satu Pimpinan DPD sebagaimana dimaksud pada huruf a kepada PRESIDEN. (3) Ketua dan/atau wakil ketua DPD mengundurkan diri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b atas
permintaan sendiri secara tertulis yang meliputi: a. mengundurkan diri sebagai ketua atau wakil ketua DPD; dan/atau b. mengundurkan diri sebagai Anggota. (4) Pemberhentian Pimpinan DPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut: a. Pimpinan DPD yang mengundurkan diri, mengajukan pengunduran diri secara tertulis di atas kertas yang bermaterai kepada Pimpinan DPD; b. Pimpinan DPD menyampaikan surat pengunduran diri sebagaimana dimaksud pada huruf a dalam sidang paripurna DPD; dan c. paling lama 5 (lima) hari sejak diterimanya surat sebagaimana dimaksud pada huruf b, Pimpinan DPD menyelenggarakan sidang paripurna untuk melakukan pemilihan Pimpinan DPD.
