Pasal 18
BAB 3 — PROSEDUR PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM
(1) Asisten Deputi mengajukan permohonan pertimbangan hukum rancangan Peraturan BNPP, Peraturan Kepala BNPP, dan Peraturan Bersama yang telah disusun dan dibahas Tim penyusun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (3) kepada Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hukum, disertai dengan soft-copy. (2) Pengajuan pertimbangan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah Pejabat eselon IV, eselon III, dan eselon II pemrakarsa membubuhkan paraf koordinasi pada setiap halaman. (3) Dalam hal rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Biro Perencanaan, Kerjasama, dan Hukum mencetak rancangan Peraturan BNPP, Peraturan Kepala BNPP, dan Peraturan Bersama pada kertas khusus dalam rangkap 4 (empat). (4) Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama, dan Hukum menyampaikan rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada kepada
Asisten Deputi pemrakarsa untuk dilakukan paraf koordinasi oleh Pejabat eselon IV, eselon III, dan eselon II pemrakarsa pada setiap halaman. (5) Asisten Deputi mengajukan permohonan paraf koordinasi rancangan Peraturan BNPP, Peraturan Kepala BNPP, dan Peraturan Bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (4) kepada Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama, dan Hukum. (6) Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama, dan Hukum menyampaikan rancangan yang telah diparaf koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) kepada Asisten Deputi untuk dimintakan paraf koordinasi para Deputi. (7) Deputi menyampaikan rancangan yang telah diparaf koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) kepada Sekretaris BNPP melalui Biro Perencanaan, Kerjasama, dan Hukum. (8) Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama, dan Hukum menyiapkan nota dinas Sekretaris BNPP kepada Kepala BNPP atas rancangan yang telah diparaf koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (7). (9) Sekretaris BNPP membubuhkan paraf koordinasi dan menyampaikan rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) kepada Kepala BNPP untuk ditandatangani.
