Pasal 63
BAB 6 — TUNTUTAN GANTI RUGI
(1) Tuntutan ganti rugi terhadap Pegawai atau CPNS bukan bendahara dilakukan apabila pada waktu menjalankan tugas jabatannya telah melakukan perbuatan langsung atau tidak langsung mengakibatkan kerugian negara. (2) Perbuatan Pegawai atau CPNS bukan bendahara yang mengakibatkan kerugian negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. penyalahgunaan wewenang; b. korupsi; c. pencurian; d. penggelapan; e. penipuan; f. menaikan harga; g. merubah kualitas atau mutu; h. uang tidak dipertanggungjawabkan pada waktunya; i. merusak barang milik negara; j. menghilangkan uang atau barang milik negara; dan k. kelalaian. (3) Tuntutan ganti rugi dapat dilakukan apabila dipenuhi semua persyaratan sebagai berikut: a. negara telah dirugikan; b. kerugian negara harus telah pasti; c. kerugian negara sebagai akibat tindakan langsung atau tidak langsung dari Pegawai atau CPNS bukan bendahara; www.djpp.kemenkumham.go.id
d. perbuatan dilakukan oleh Pegawai atau CPNS bukan bendahara karena tugas jabatannya; dan e. tidak dapat diselesaikan secara damai.
