Pasal 59
BAB 5 — TATA UPACARA
(1) Upacara persemayaman dan pemakaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf i dapat diberikan kepada: a. Kepala Badan atau mantan Kepala Badan; b. pejabat Pimpinan Tinggi Madya atau mantan pejabat Pimpinan Tinggi Madya; dan c. pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau mantan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Fungsional Utama atau mantan Pejabat Fungsional Utama. (2) Upacara persemayaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan di kediaman, rumah duka, atau di Kantor Pusat yang ditentukan oleh pejabat berwenang setelah mendapat persetujuan pihak keluarga. (3) Tata urutan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. persemayaman atau pelepasan jenazah; dan b. upacara pemakaman. (4) Kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. inspektur upacara; b. perwira upacara; c. komandan upacara; d. petugas upacara; e. petugas rohaniwan sesuai dengan agama almarhum/almarhumah; f. pengurus jenazah; g. pengawal jenazah; h. pembawa foto almarhum/almarhumah; i. pembawa karangan bunga; j. keluarga, kerabat, tamu; k. pejabat atau atasan langsung dari almarhum/almarhumah atau yang mewakili; l. petugas acara; m. peti jenazah; dan n. Panji BMKG. (5) Inspektur upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a meliputi: a. Menteri Perhubunganatau menteri lain atau yang mewakili Menteri Perhubungan, apabila yang meninggal dunia Kepala Badan; b. Kepala Badan atau diwakili oleh paling rendah pejabat Pimpinan Tinggi Madya, apabila yang meninggal dunia mantan Kepala Badan dan/atau pejabat Pimpinan Tinggi Madya; c. Kepala Badan atau pejabat Pimpinan Tinggi Madya atau yang diwakili oleh paling rendah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, apabila yang meninggal dunia mantan pejabat Pimpinan Tinggi Madya; dan d. Kepala Badan atau pejabat Pimpinan Tinggi Madya atau yang diwakili oleh paling rendah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, apabila yang meninggal dunia pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau mantan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, pejabat fungsional utama atau mantan pejabat fungsional utama. (6) Petugas dalam upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf b sampai dengan huruf i meliputi:
a. Taruna; atau b. Pegawai. (7) Perlengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. naskah penyerahan jenazah; b. naskah penerimaan jenazah; c. teks pengumuman berita duka; d. teks riwayat hidup singkat; e. karangan bunga; f. teks sambutan inspektur upacara; g. sambutan ahli waris; h. undangan; dan i. perlengkapan lain yang diperlukan. (8) Naskah penyerahan dan penerimaan jenazah, serta teks pengumuman berita duka sebagaimana dimaksud pada ayat (7) huruf a, huruf b, dan huruf c yang disusun sesuai dengan Contoh 18a, 18b, dan 18c tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kepala Badan ini. (9) Teks riwayat hidup singkat sebagaimana dimaksud pada ayat (7) huruf d yang disusun sesuai dengan Contoh 18d tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kepala Badan ini. (10) Persiapan dan pelaksanaan upacara Persemayaman dan Pemakaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan melalui unit kerja eselon II yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang tata usaha dan protokol.
