Pasal 36
(1) Kenaikan pangkat bagi Pamong Budaya dilakukan
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan
serta mempertimbangkan:
- paling singkat 2 (dua) tahun dalam
pangkat terakhir;
- memenuhi Angka Kredit Kumulatif yang ditentukan
untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi;
- setiap unsur penilaian prestasi kerja paling rendah
bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; dan
- memenuhi syarat Hasil Kerja Minimal.
(2) Kenaikan pangkat PNS yang menduduki jabatan Pamong
Budaya Ahli Madya, pangkat pembina utama muda,
golongan ruang IV/c untuk menjadi Pamong Budaya Ahli
Utama, pangkat pembina utama madya, golongan ruang
IV/d sampai dengan Pamong Budaya Ahli Utama,
pangkat pembina utama, golongan ruang IV/e,
ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah
mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan
Kepegawaian Negara.
(3) Kenaikan pangkat PNS yang menduduki jabatan Pamong
Budaya Ahli Madya, pangkat pembina tingkat I, golongan
ruang IV/b untuk menjadi pangkat pembina utama
muda, golongan ruang IV/c ditetapkan oleh Kepala
Badan Kepegawaian Negara atas nama Presiden setelah
mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan
Kepegawaian Negara.
(4) Kenaikan pangkat PNS yang menduduki jabatan Pamong
Budaya Ahli Pertama, pangkat penata muda, golongan
ruang III/a untuk menjadi penata muda tingkat I,
golongan ruang III/b sampai dengan untuk menjadi
Pamong Budaya Ahli Madya, pangkat pembina tingkat I,
golongan ruang IV/b ditetapkan dengan keputusan
Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan
setelah mendapat persetujuan teknis Kepala Badan
Kepegawaian Negara/Kepala Kantor Regional Badan
Kepegawaian Negara.
(5) Kenaikan pangkat PNS yang menduduki Jabatan
Fungsional Pamong Budaya Terampil, pangkat pengatur
golongan ruang II/c sampai dengan Pamong Budaya
Penyelia, pangkat penata tingkat I golongan ruang III/d
ditetapkan dengan keputusan Pejabat Pembina
Kepegawaian yang bersangkutan setelah mendapat
persetujuan teknis dari Kepala Badan
Kepegawaian Negara/Kepala Kantor Regional
Badan Kepegawaian Negara.
(6) Kenaikan pangkat bagi Pamong Budaya dalam jenjang
jabatan yang lebih tinggi dapat dipertimbangkan apabila
telah ditetapkan kenaikan jabatannya sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
(7) Pamong Budaya yang memiliki Angka Kredit melebihi
Angka Kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat
setingkat lebih tinggi dalam jenjang jabatan yang sama,
kelebihan Angka Kredit tersebut diperhitungkan untuk
kenaikan pangkat berikutnya.
(8) Pamong Budaya yang memiliki Angka Kredit melebihi
Angka Kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat
setingkat lebih tinggi dalam jenjang jabatan yang lebih
tinggi, kelebihan Angka Kredit tersebut tidak
diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya.
(9) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud pada ayat (6)
sampai dengan ayat (8) sesuai contoh sebagaimana
tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian
tidak terpisahkan pada Peraturan Badan ini.
