Pasal 23
BAB 6 — PENGAWASAN PROSES PENETAPAN CALON TERPILIH
(1) Bawaslu melakukan pengawasan pelaksanaan tahapan penetapan calon terpilih anggota DPD dengan cara memastikan: a. penetapan calon terpilih anggota DPD yang dituangkan dalam formulir model E DPD dan ditandatangani oleh Ketua dan Anggota KPU serta dibubuhi cap; b. nama calon terpilih calon anggota DPD dituangkan dalam formulir model E-3 DPD dan ditandatangani oleh Ketua dan Anggota KPU serta dibubuhi cap; c. penetapan calon terpilih anggota DPD didasarkan pada nama calon yang memperoleh suara terbanyak pertama, kedua, ketiga, dan keempat di provinsi yang bersangkutan; dan d. penetapan calon terpilih anggota DPD dilakukan melalui mekanisme rapat pleno KPU. (2) Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih calon anggota DPD memperoleh suara sah yang sama pada peringkat suara sah terbanyak keempat, www.djpp.kemenkumham.go.id
Bawaslu memastikan nama calon anggota DPD terpilih ditetapkan berdasarkan persebaran perolehan suara di seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut.
