Pasal 9
BAB 2 — TAHAPAN PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
(1) Pemrakarsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (2) mengajukan usulan program Pembentukan Peraturan Perundang-undangan kepada: a. Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir untuk UNDANG-UNDANG, PERATURAN PEMERINTAH, Peraturan PRESIDEN, dan Peraturan Badan di bidang ketenaganukliran; dan b. Sekretaris Utama untuk Peraturan Badan di bidang kelembagaan. (2) Pengajuan usulan program Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai dengan konsepsi yang meliputi: a. urgensi dan tujuan penyusunan; b. sasaran yang ingin diwujudkan; c. pokok pikiran, lingkup, objek yang akan diatur; dan
d. jangkauan dan arah pengaturan. (3) Usulan program Pembentukan Peraturan Perundang- undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam bentuk: a. Naskah akademik bagi rancangan UNDANG-UNDANG; atau b. Naskah urgensi bagi rancangan PERATURAN PEMERINTAH, rancangan Peraturan PRESIDEN, dan rancangan Peraturan Badan. (4) Format naskah akademik dan naskah urgensi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Badan ini.
