Pasal 9
BAB 2 — PERSYARATAN IZIN
(1) Uji Keberterimaan (Acceptance Test) sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (2) huruf a untuk Terapi Eksternal paling kurang meliputi: a. uji sistem keselamatan; b. uji sistem mekanik; dan c. pengukuran sistem dosimetri. (2) Uji Komisioning (Commissioning Test) sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (2) huruf b untuk Terapi Eksternal paling kurang meliputi: a. pengukuran berkas foton dan/atau elektron; dan b. pengisian data ke TPS. (3) Pengukuran berkas foton sebagaimanan dimaksud pada ayat (2) huruf a meliputi: a. presentase Dosis kedalaman pada sumbu utama (central axis percentage depth doses); b. faktor keluaran; c. faktor pembentuk lapangan Radiasi (blocking tray factor); d. kolimator berbilah banyak (multileaf collimator (MLC)); e. faktor transmisi baji pada sumbu utama (central axis wedge transmission factors); f. baji dinamik (dynamic wedge); g. profil berkas transversal (transverse beam profiles) atau perubahan energi pada off-axis (off-axis energy changes); h. Dosis masuk (entrance dose) dan dosimetri antarmuka (interface dosimetry); dan/atau i. posisi sumber virtual (virtual source position). (4) Pengukuran berkas elektron sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a meliputi: a. presentase Dosis kedalaman pada sumbu utama (central axis percentage depth doses); b. faktor keluaran; c. profil berkas transversal (transverse beam profiles) atau perubahan energi pada off-axis (off-axis energy changes); dan/atau d. posisi sumber virtual (virtual source position). www.djpp.kemenkumham.go.id
