Pasal 4
BAB 2 — ORGANISASI KEARSIPAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA KEARSIPAN
(1) Unit Kearsipan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a, merupakan satuan kerja pada ANRI yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan kearsipan. (2) Unit Kearsipan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berada di: a. Biro Umum selaku Unit Kearsipan I; b. Subbagian Tata Usaha Pusdiklat Kearsipan selaku Unit Kearsipan II; dan c. Subbagian Tata Usaha Balai Arsip Statis dan Tsunami selaku Unit Kearsipan II.
(3) Biro Umum selaku Unit Kearsipan I sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a mempunyai fungsi sebagai berikut: a. pengelolaan Arsip Inaktif dari Unit Pengolah di lingkungan ANRI; b. pengolahan Arsip dan penyajian Arsip menjadi informasi; c. Pemusnahan Arsip di lingkungan ANRI; d. Penyerahan Arsip Statis oleh pimpinan pencipta Arsip kepada lembaga kearsipan; dan e. pembinaan dan pengevaluasian dalam rangka penyelenggaraan kearsipan di lingkungan ANRI. (4) Subbagian Tata Usaha Pusdiklat Kearsipan selaku Unit Kearsipan II sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b mempunyai fungsi sebagai berikut: a. pengelolaan Arsip Inaktif dari Unit Pengolah di lingkungan Pusdiklat Kearsipan; b. pengolahan Arsip dan penyajian Arsip menjadi informasi untuk disampaikan kepada Unit Kearsipan I; c. Pemusnahan Arsip yang mempunyai masa simpan inaktif di bawah 5 (lima) tahun di lingkungan Pusdiklat Kearsipan; d. Pemindahan Arsip Inaktif yang mempunyai masa simpan paling sedikit 10 (sepuluh) tahun kepada Unit Kearsipan I; dan e. pembinaan dan pengevaluasian dalam rangka penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Pusdiklat Kearsipan. (5) Subbagian Tata Usaha Balai Arsip Statis dan Tsunami selaku Unit Kearsipan II sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c mempunyai fungsi sebagai berikut: a. pengelolaan Arsip Inaktif dari Unit Pengolah di lingkungan Balai Arsip Statis dan Tsunami; b. pengolahan Arsip dan penyajian Arsip menjadi informasi untuk disampaikan kepada Unit Kearsipan I;
c. Pemusnahan Arsip yang mempunyai masa simpan inaktif di bawah 10 (sepuluh) tahun di lingkungan Balai Arsip Statis dan Tsunami Aceh; dan d. Pemindahan Arsip Inaktif yang mempunyai masa simpan paling sedikit 10 (sepuluh) tahun kepada Unit Kearsipan I.
