Pasal 22
BAB 3 — MEKANISME PENYUSUTAN
(1) Pemusnahan Arsip yang dilakukan oleh Unit Kearsipan II Pusdiklat Kearsipan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) huruf b dilakukan terhadap Arsip dengan kriteria: a. Arsip inaktif yang sudah selesai masa simpannya di kolom retensi inaktif di JRA; b. Arsip inaktif yang mempunyai masa simpan di bawah 5 (lima) tahun di kolom retensi inaktif di JRA; dan c. mempunyai keterangan musnah di kolom keterangan JRA. (2) Prosedur Pemusnahan Arsip di Unit Kearsipan II Pusdiklat Kearsipan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a. penilaian Arsip oleh panitia penilai Arsip dengan melibatkan unit pengolah, Unit Kearsipan I, dan Arsiparis Pusdiklat Kearsipan; b. permohonan Pemusnahan Arsip kepada Unit Kearsipan I dengan melampirkan Daftar Arsip usul
musnah yang telah dinilai oleh panitia penilai Arsip; c. Unit Kearsipan I mengajukan permohonan Pemusnahan Arsip kepada Kepala ANRI; dan d. Unit Kearsipan I menyampaikan surat persetujuan Pemusnahan Arsip dari Kepala ANRI. (3) Pelaksanaan Pemusnahan Arsip di Unit Kearsipan II Pusdiklat Kearsipan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disaksikan oleh Unit Pengolah, Unit Kearsipan I, Biro Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum, serta Inspektorat. (4) Pemusnahan Arsip di Unit Kearsipan II Pusdiklat Kearsipan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menghasilkan Arsip: a. keputusan pembentukan panitia penilai Arsip; b. notulen rapat panitia penilai Arsip pada saat melakukan penilaian; c. surat pertimbangan dari panitia penilai Arsip kepada Unit Kearsipan I yang menyatakan bahwa Arsip yang diusulkan musnah telah dinilai dan memenuhi syarat untuk dimusnahkan; d. surat permohonan persetujuan Pemusnahan Arsip dari Unit Kearsipan I kepada Kepala ANRI; e. surat persetujuan dari Kepala ANRI; f. berita acara Pemusnahan Arsip; dan g. Daftar Arsip yang dimusnahkan. (5) Arsip hasil Pemusnahan Arsip sebagaimana dimaksud pada ayat (3), disimpan di Unit Kearsipan Pusdiklat Kearsipan dan diperlakukan sebagai Arsip Vital. (6) Pelaksanaan Pemusnahan Arsip sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kepala ini.
