Pasal 6
BAB 2 — PENGATURAN RASIO LTV ATAU RASIO FTV
Rasio LTV atau Rasio FTV untuk Bank yang memberikan KP dan KP Syariah diatur sebagai berikut: a. Rasio LTV atau Rasio FTV untuk KP dan KP Syariah pertama ditetapkan paling tinggi sebesar:
- 90% (sembilan puluh persen) untuk KP Rusun dan KP Rusun Syariah dengan luas bangunan 22m2 (dua puluh dua meter persegi) sampai dengan 70m2 (tujuh puluh meter persegi);
- 85% (delapan puluh lima persen) untuk KP Rumah Tapak Syariah dan KP Rusun Syariah berdasarkan akad MMQ atau akad IMBT, dengan luas bangunan di atas 70m2 (tujuh puluh meter persegi); dan
- 80% (delapan puluh persen) untuk KP Rusun, KP Rumah Tapak, KP Rusun Syariah, dan KP Rumah Tapak Syariah berdasarkan akad murabahah atau akad istishna’ dengan luas bangunan di atas 70m2 (tujuh puluh meter persegi). b. Rasio LTV atau Rasio FTV untuk KP dan KP Syariah kedua diatur sebagai berikut:
- Untuk KP kedua ditetapkan paling tinggi sebesar: a) 80% (delapan puluh persen) untuk KP Rumah Tapak dengan luas bangunan 22m2 (dua puluh dua meter persegi) sampai dengan 70m2 (tujuh puluh meter persegi); b) 80% (delapan puluh persen) untuk KP Rusun dengan luas bangunan sampai dengan 70m2 (tujuh puluh meter persegi); c) 80% (delapan puluh persen) untuk KP Ruko atau KP Rukan; dan d) 70% (tujuh puluh persen) untuk KP Rumah Tapak dan KP Rusun dengan luas bangunan di atas 70m2 (tujuh puluh meter persegi).
- Untuk KP Syariah kedua berdasarkan akad murabahah atau akad istishna’ ditetapkan paling tinggi sebesar: a) 80% (delapan puluh persen) untuk KP Rumah Tapak Syariah dengan luas bangunan 22m2 (dua puluh dua meter persegi) sampai dengan 70m2 (tujuh puluh meter persegi); b) 80% (delapan puluh persen) untuk KP Rusun Syariah dengan luas bangunan sampai dengan 70m2 (tujuh puluh meter persegi);
c) 80% (delapan puluh persen) untuk KP Ruko Syariah atau KP Rukan Syariah; dan d) 70% (tujuh puluh persen) untuk KP Rumah Tapak Syariah dan KP Rusun Syariah dengan luas bangunan di atas 70m2 (tujuh puluh meter persegi). 3. Untuk KP Syariah kedua berdasarkan akad MMQ dan IMBT ditetapkan paling tinggi sebesar: a) 80% (delapan puluh persen) untuk KP Rumah Tapak Syariah dengan luas bangunan 22m2 (dua puluh dua meter persegi) sampai dengan 70m2 (tujuh puluh meter persegi); b) 80% (delapan puluh persen) untuk KP Rusun Syariah dengan luas bangunan sampai dengan 70m2 (tujuh puluh meter persegi); c) 80% (delapan puluh persen) untuk KP Ruko Syariah atau KP Rukan Syariah; dan d) 75% (tujuh puluh lima persen) untuk KP Rumah Tapak Syariah dan KP Rusun Syariah dengan luas bangunan di atas 70m2 (tujuh puluh meter persegi). c. Rasio LTV atau Rasio FTV untuk KP dan KP Syariah ketiga dan seterusnya diatur sebagai berikut:
- Untuk KP ketiga dan seterusnya ditetapkan paling tinggi sebesar: a) 70% (tujuh puluh persen) untuk KP Rumah Tapak dengan luas bangunan 22m2 (dua puluh dua meter persegi) sampai dengan 70m2 (tujuh puluh meter persegi); b) 70% (tujuh puluh persen) untuk KP Rusun dengan luas bangunan sampai dengan 70m2 (tujuh puluh meter persegi); c) 70% (tujuh puluh persen) untuk KP Ruko atau KP Rukan; dan d) 60% (enam puluh persen) untuk KP Rumah Tapak dan KP Rusun dengan luas bangunan di atas 70m2 (tujuh puluh meter persegi).
- Untuk KP Syariah ketiga dan seterusnya berdasarkan akad murabahah atau akad istishna’ ditetapkan paling tinggi sebesar: a) 70% (tujuh puluh persen) untuk KP Rumah Tapak Syariah dengan luas bangunan 22m2 (dua puluh dua meter persegi) sampai dengan 70m2 (tujuh puluh meter persegi); b) 70% (tujuh puluh persen) untuk KP Rusun Syariah dengan luas bangunan sampai dengan 70m2 (tujuh puluh meter persegi);
c) 70% (tujuh puluh persen) untuk KP Ruko Syariah atau KP Rukan Syariah; dan d) 60% (enam puluh persen) untuk KP Rumah Tapak Syariah dan KP Rusun Syariah dengan luas bangunan di atas 70m2 (tujuh puluh meter persegi). 3. Untuk KP Syariah ketiga dan seterusnya berdasarkan akad MMQ dan IMBT ditetapkan paling tinggi sebesar: a) 70% (tujuh puluh persen) untuk KP Rumah Tapak Syariah dengan luas bangunan 22m2 (dua puluh dua meter persegi) sampai dengan 70m2 (tujuh puluh meter persegi); b) 70% (tujuh puluh persen) untuk KP Rusun Syariah dengan luas bangunan sampai dengan 70m2 (tujuh puluh meter persegi); c) 70% (tujuh puluh persen) untuk KP Ruko Syariah atau KP Rukan Syariah; dan d) 65% (enam puluh lima persen) untuk KP Rumah Tapak Syariah dan KP Rusun Syariah dengan luas bangunan di atas 70m2 (tujuh puluh meter persegi).
