Pasal 28
(1)Pelelangan umum dan terbatas dinyatakan gagal oleh
panitia/pejabat pengadaan, apabila:
- jumlah penyedia barang/jasa yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga) peserta; atau b.tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi dan teknis; atau c.harga penawaran terendah lebih tinggi dari pagu anggaran yang tersedia.
(2)Seleksi umum dan terbatas dinyatakan gagal oleh panitia/pejabat
pengadaan, apabila : a.jumlah penyedia jasa konsultansi yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga) peserta; atau b.tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi dan teknis; atau c.negosiasi atas harga penawaran gagal karena tidak ada peserta yang menyetujui/menyepakati klarifikasi dan negosiasi.
(3)Pelelangan/seleksi dinyatakan gagal oleh pengguna barang/jasa
atau pejabat berwenang lainnya apabila :
- sanggahan dari penyedia barang/jasa ternyata benar; b.pelaksanaan pelelangan/seleksi tidak sesuai atau menyimpang dari dokumen pengadaan yang telah ditetapkan.
(4)Apabila pelelangan/seleksi dinyatakan gagal, maka
panitia/pejabat pengadaan segera melakukan pelelangan/seleksi ulang.
(5)Apabila dalam pelelangan ulang, jumlah penyedia barang/jasa
yang lulus prakualifikasi hanya 2 (dua) maka dilakukan permintaan penawaran dan negosiasi seperti pada proses pemilihan langsung.
(6)Apabila dalam pelelangan ulang, jumlah penyedia barang/jasa
yang memasukkan penawaran hanya 2 (dua) maka dilakukan negosiasi seperti pada proses pemilihan langsung.
(7)Apabila dalam pelelangan ulang, jumlah penyedia barang/jasa
yang lulus prakualifikasi hanya 1 (satu) maka dilakukan permintaan penawaran dan negosiasi seperti pada proses penunjukan langsung.
(8)Apabila dalam pelelangan ulang, jumlah penyedia barang/jasa
yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) maka dilakukan negosiasi seperti pada proses penunjukan langsung.
(9)Apabila dalam seleksi umum/terbatas ulang, jumlah penyedia jasa
konsultansi yang lulus prakualifikasi hanya 2 (dua) maka dilakukan permintaan penawaran dan negosiasi seperti pada proses seleksi langsung.
(10)Apabila dalam seleksi umum/terbatas ulang, jumlah penyedia
jasa konsultansi yang memasukkan penawaran hanya 2 (dua) maka dilakukan negosiasi seperti pada proses seleksi langsung.
(11)Apabila dalam seleksi umum/terbatas ulang, jumlah penyedia
jasa konsultansi yang lulus prakualifikasi hanya 1 (satu) maka dilakukan permintaan penawaran dan negosiasi seperti pada proses penunjukan langsung.
(12)Apabila dalam seleksi umum/terbatas ulang, jumlah penyedia
jasa konsultansi yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) maka dilakukan negosiasi seperti pada proses penunjukan langsung.
(13)Pengguna barang/jasa dilarang memberikan ganti rugi kepada
peserta lelang/seleksi bila penawarannya ditolak atau pelelangan/seleksi dinyatakan gagal.
Bagian Kesebelas Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Paragraf Pertama Isi Kontrak
