Pasal 2
(1) Pemegang hak guna usaha sebagaiman dimaksud Pasal 1 dapat menyerahkan tanah hak guna usahanya kepada usaha patungan yang bersangkutan dalam bentuk serah pakai (2) Serah pakai tanah bangunan tersebut dalam ayat (1) dilakukan dengan syarat-syarat sebagai berikut: a. Serah pakai tanah hak guna usaha berlaku untuk jangka waktu selama berlangsungnya usaha patungan akan tetapi tidak boleh melebihi jangka waktu berlakunya hak guna usaha yang bersangkutan; b. Untuk serah pakai tanah hak guna usaha tersebut pemegang hak guna usaha dapat memperoleh nilai pengganti sebesar nilai kumulatip pengganti Pemanfaatan tanah hak guna usaha yang bersangkutan dan dapat memasukan jumlah tersebut sekaligus atau secara bertahap kedalam usaha patungan sebagai penyertaan modalnya;
c. Usaha patungan berkewajiban mengusahakan dengan baik tanah hak guna usaha yang diserah-pakaikan sesuai dengan keIayakan usaha; d. Apabila tanah hak guna usaha yang diserah pakaikan itu dinilai tidak diusahakan dangan baik berdasarkan ketentuan perundangundangan yang berlaku, maka dengan izin Ketua Badan koordinasi Penanaman modal, peserta INDONESIA pemegang hak guna usaha dapat membatalkan serah pakai tersebut e. Serah pakai tanah hak guna usaha tersebut tidak boleh dibatalkan secara sepihak oleh pemegang hak guna usaha, selama usaha patungan yang bersangkutan memenuhi kewajibannya kepada pemerintah maupun kepada pemegang hak guna usaha. (3) Serah pakai dengan syarat-syarat tersebut. Dalam ayat (2) dicantumkan dalam Perjanjian Dasar usaha patungan.
