PENETAPAN BAGIAN VI (KEMENTRIAN PERTAHANAN) DARI ANGGARAN
Pasal 1
Bagian VI (Kementerian Pertahanan) dari Anggaran Republik Indonesia
untuk tahun dinas 1954 ditetapkan seperti berikut:
BAGIAN VI
BAB I (Pengeluaran)
6.1 Kementerian dan pengeluaran umum .......... 100 000 000
6.1A Missi Militer Belanda ...................... 2 700 000
6.1B Demobilisan Pelajar ........................ 30 800 000
6.IC Corps Cadangan Nasional (CTN) .............. 116 130 000
6.2 Pengeluaran Angkatan Darat ................. 2 243 370 000
6.3 Pengeluaran...
PRESIDEN
6.3 Pengeluaran Angkatan Laut .................. 236 500 000
6.4 Pengeluaran Angkatan Udara ................. 270 500 000
6.5 Pengeluaran tak tersangka .................. Memori
=============
Jumlah ................. 3 000 000 000
(Tiga milyard rupiah).
BAB II (Penerimaan)
6.1.1 Kementerian dan penerimaan umum.
6.1.1.1 Pembayaran kembali persekot.
2 Penjualan majalah dan lain-lain penerbitan.
3 Penerimaan dari potongan sewa rumah.
4 Penerimaan yang berhadap-hadapan dengan pengeluaran untuk
kesejahteraan (6.1.2.12).
5 Penerimaan dari potongan gaji anggota yang berdiam di
hotel/mess.
6.1.1.6 Penerimaan ganti kerugian.
7 Penjualan barang-barang peralatan (termasuk kendaraan yang
dibeli oleh pegawai).
8 Penerimaan berhubung dengan pemakaian kendaraan dinas.
9 Penerimaan umum lain-lain.
6.1.2 ...
PRESIDEN
6.1.2 Penerimaan khusus.
6.1.2.1 Penerimaan dari perusahaan rumah penjara tentara.
2 Penerimaan dari KHDP.
3 Penerimaan Atase Militer di Luar Negeri.
6.1A.1 Penerimaan Missi Militer Belanda.
6.1A.1.1 Penerimaan ganti kerugian
2 Penerimaan yang berhadap-hadapan dengan pengeluaran
untuk kesejahteraan (6.1A.4.13) dan 6.1A.7.13).
3 Penerimaan lain-lainnya.
6.1C.1 Penerimaan untuk CTN.
6.1C.1.1 Penerimaan pengembalian persekot.
2 Penjualan barang yang tidak digunakan lagi.
3 Penerimaan yang berhadapan dengan pengeluaran
kesejahteraan.
4 Penjualan barang-barang peralatan (termasuk kendaraan yang
dibeli oleh pegawai).
5 Penerimaan lain-lain.
6 Penerimaan berhubung dengan pemberian pinjaman uang
kepada anggota CTN.
6.2...
PRESIDEN
6.2.1 Penerimaan umum.
6.2.1.1 Pembayaran kembali persekot-persekot.
6.2.1.2 Penerimaan dari potongan gaji anggota-anggota yang berdiam di
hotel/mess.
3 Penerimaan ganti kerugian.
4 Penerimaan yang berhadap-hadapan dengan pengeluaran
6.2.2.14.
5 Penerimaan penjualan majalah, pedoman-pedoman dan
sebagainya.
6 Penerimaan dari perusahaan rumah penjara militer.
6.2.2 Penerimaan Dinas Topografi.
6.2.2.1 Penerimaan penggantian ongkos-ongkos pekerjaan topografi
untuk pihak ketiga (ump. P.3 THI).
2 Penerimaan lain-lain Dinas Topografi.
6.2.3 Penerimaan Dinas Peralatan.
6.2.3.1 Penjualan barang-barang peralatan (termasuk kendaraan yang
dibeli oleh pegawai).
6.2.3.2 Penerimaan penggantian ongkos-ongkos pekerjaan DTT untuk
pihak ketiga.
3 Penerimaan berhubung dengan pemakaian mobil dinas oleh
anggota Angkatan Darat.
6.2.4...
PRESIDEN
6.2.4 Penerimaan Pabrik Senjata dan Mesiu.
6.2.4.1 Penjualan barang-barang Pabrik Senjata Mesiu.
2 Penerimaan penggantian ongkos pekerjaan Pabrik Senjata Mesiu
untuk pihak ketiga.
6.2.5 Penerimaan Dinas Perbekalan.
6.2.5.1 Penjualan barang-barang perbekalan.
2 Penerimaan berhubung dengan penerimaan pemakaian barang-
barang perbekalan.
6.2.6 Penerimaan Jawatan Kesehatan.
6.2.6.1 Penerimaan berhubung dengan pemberian obat-obatan dan lain-
lain barang Jawatan Kesehatan.
2 Penerimaan penggantian ongkos perawatan dokter.
3 Penerimaan lain-lain Jawatan Kesehatan.
6.2.7 Penerimaan Genie.
6.2.7.1 Penjualan barang-barang Genie yang tidak berguna lagi.
2 Penerimaan berhubung dengan pemakaian materiaal Genie.
3 Penerimaan penggantian ongkos-ongkos pekerjaan Genie untuk
pihak ketiga.
4 Penerimaan sewa rumah, tanah dan gedung-gedung.
6.2.8 Penerimaan Dinas Angkutan.
6.2.8.1 Penerimaan penggantian ongkos-ongkos angkutan yang
diselenggarakan oleh Dinas Angkutan untuk pihak ketiga.
2 Penjualan alat-alat Angkutan yang sudah tidak digunakan lagi.
6.2.9 Penerimaan Dinas Kesejahteraan.
6.2.9.1...
PRESIDEN
6.2.9.1 Pengambilan modal Dinas Kesejahteraan.
2 Penjualan barang-barang ransum.
3 Penjualan barang-barang inventaris Jakad yang tidak dipakai
lagi.
6.3.1 Penerimaan umum.
6.3.1.1 Pembayaran kembali persekot.
2 Penerimaan dari potongan gaji anggota-anggota yang berdiam di
hotel/mess.
3 Penerimaan ganti kerugian.
4 Penerimaan yang berhadap-hadapan dengan pengeluaran untuk
kesejahteraan pegawai.
5 Penerimaan penjualan majalah, pedoman-pedoman dan
sebagainya.
6 Penerimaan berhubung dengan perawatan dokter.
6.3.1.7 Penerimaan lain-lain untuk Angkatan Laut.
6.3.2 Dinas Hydrografi.
6.3.2.1 Penerimaan berhubung dengan perkabaran, pengumuman dan
sebagainya.
6.3.3 Materieel Angkatan Laut.
6.3.3.1 Penerimaan dari penjualan alat-alat dan sebagainya.
2 Penjualan barang-barang peralatan (termasuk kendaraan yang
dibeli oleh pegawai).
6.3.4...
PRESIDEN
6.3.4 Perbekalan Angkatan Laut.
6.3.4.1 Penerimaan dari penjualan barang-barang perbekalan dan
sebagainya.
6.3.5 Kesehatan Angkatan Laut.
6.3.5.1 Penerimaan dari Scheikundig Laboratorium.
2 Penerimaan berhubung dengan pemberian obat-obat dan barang-
barang lain dari Kesehatan Angkatan Laut.
6.3.6 Bangun Angkatan Laut.
6.3.6.1 Penjualan barang-barang dari gudang.
2 Pengembalian biaya dari pekerjaan yang dikerjakan oleh
Bangunan Angkatan Laut untuk pihak ketiga.
3 Penerimaan sewa rumah, tanah dan gedung-gedung.
6.3.7 Pengangkutan Angkatan Laut.
6.3.7.1 Penerimaan dari pengangkutan orang dan barang.
6.3.8 Kesejahteraan Angkatan Laut.
6.3.8.1 Penjualan ransum dan kantin.
2 Penerimaan dari penjualan barang-barang lain.
6.4.1 Penerimaan umum.
6.4.1.1 Pembayaran kembali persekot-persekot.
2 Penerimaan dari potongan gaji anggota-anggota yang berdiam di
hotel/mess.
3 Penerimaan...
PRESIDEN
3 Penerimaan ganti kerugian.
4 Penerimaan yang berhadap-hadapan dengan pengeluaran untuk
kesejahteraan pegawai.
5 Penerimaan penjualan majalah, pedoman-pedoman dan
sebagainya.
6 Penerimaan berhubung dengan perawatan dokter.
7 Penerimaan lain-lain untuk Angkatan-Udara.
6.4.2 Peralatan Angkatan Udara.
6A.2.1 Penjualan barang-barang dari peralatan Angkatan Udara
(termasuk kendaraan yang dibeli oleh pegawai).
6.4.3 Perbekalan Angkatan Udara.
6.4.3.1 Penerimaan dari penjualan barang-barang perbekalan.
6.4.4 Kesehatan Angkatan Udara.
6.4.4.1 Penerimaan dari Scheikundig Laboratorium.
2 Penjualan obat-obat dan barang-barang lain dari Kesehatan
Angkatan Udara.
6.4.5 Genie Angkatan Udara.
6.4.5.1 Penjualan barang-barang dari gudang Genie
2 Pengembalian biaya dari pekerjaan yang dikerjakan oleh Genie
Angkatan Udara untuk pihak ketiga.
3 Penerimaan sewa rumah, tanah dan gedung-gedung.
6.4.6 ...
PRESIDEN
6.4.6 Pengangkutan Angkatan Udara.
6.4.6.1 Penerimaan dari pengangkutan orang dan barang.
6.4.7 Kesejahteraan Angkatan Udara.
6.4.7.1 Penjualan barang-barang ransum dan kantin.
2 Penerimaan dari penjualan barang-barang lain.
6.5.1 Penerimaan lain-lain.
6.5.1.1 Penerimaan lain-lain.
Pasal 2
Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan dan berlaku
surut sampai pada tanggal 1 Januari 1954.
Agar...
PRESIDEN
Agar supaya setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
Undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara
Republik Indonesia.
Disahkan di Jakarta
pada tanggal 26 Oktober 1957
Presiden Republik Indonesia,
ttd
SOEKARNO
Diudangkan
pada tanggal 13 Nopember 1957
Menteri Kehakiman
ttd
Menteri Pertahanan,
ttd
JUANDA
Konsideran (Menimbang & Mengingat)
Pasal 113 dari Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia;
