PENETAPAN BAGIAN IIIA (KEMENTERIAN AGRARIA) DARI ANGGARAN
Pasal 1
Bagian IIIA (Kementerian Agraria) dari Anggaran Republik Indonesia
untuk tahun dinas 1954 ditetapkan seperti berikut:
BAB I (Pengeluaran)
3A.1 Kementerian dan pengeluaran umum ......... 2 938 000
3A.2 Pendidikan pegawai ....................... 320 500
3A.3 Pengeluaran...
PRESIDEN
3A.3 Pengeluaran khusus berhubung dengan penye-
lenggaraan Agraria ....................... 60 000
3A.4 Jawatan Agraria .......................... 880 400
3A.5 Inspeksi Agraria Propinsi ................ 2 910 100
3A.6 Penilikan Agraria Kabupaten .............. 5 792 300
3A.7 Pemberian dan penghapusan hak tanah ......11 492 700
Jumlah ..........24 394 000
(Dua puluh empat juta tiga ratus embilan puluh empat ribu rupiah).
BAB II (Penerimaan)
UMUM.
3A.1.1 Penerimaan berhadapan dengan pengeluaran Umum.
3A.1.1.1 Pembayaran kembali persekot gaji.
3A.2.1 Tanah partikelir.
3A.2.1. 1 Penerimaan-penerimaan dari tanah-tanah partikelir yang
dikembalikan kepada Negara.
2 Pembayaran...
PRESIDEN
2 Pembayaran kembali oleh lain-lain Kementerian dari harga
bangunan-bangunan yang terletak dalam tanah-tanah partikelir
yang dikembalikan kepada Negara.
3A.2.2 Penerimaan berhubung dengan pemberian dan persewaan tanah.
3A.2.2. 1 Pemberian tanah dengan hak eigendom atau dengan hak
opstal.
2Pemberian tanah dengan persewaan.
3Canon untuk tanah hak erfpacht.
4Pemberian tanah dengan hak milik.
5Penggantian ongkos-ongkos pemeriksaan permintaan erfpacht.
6Cijn untuk tanah konsesi.
7Izin menyelidiki tanah.
Pasal 2
Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan dan berlaku
surut sampai pada tanggal 1 Januari 1954.
Agar...
PRESIDEN
Agar supaya setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
Undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara
Republik Indonesia.
Disahkan di Jakarta
pada tanggal 26 Oktober 1957
Presiden Republik Indonesia,
ttd
SOEKARNO
Diundangkan
pada tanggal 13 Nopember 1957
Menteri Kehakiman
ttd
Menteri Agraria,
ttd
SUNARYO
Konsideran (Menimbang & Mengingat)
Pasal 113 dari Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia;
