Pasal 98
(1) Lembaga
adat
berfungsi
dan
berperan
sebagai
wahana
partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pemerintahan
Aceh dan pemerintahan Kabupaten/Kota di bidang keamanan,
ketenteraman, kerukunan, dan ketertiban masyarakat.
(2) Penyelesaian
masalah
sosial
kemasyarakatan
secara
adat
ditempuh melalui lembaga adat.
(3) Lembaga adat sebagaimana dimaksud pad&. ayat (1) dan ayat
(2), meliputi:
a. Maje1is Adat Aceh;
b. imeum mukim atau nama lain;
c. imeum chik atau nama lain;
d. keuchik atau nama lain;
e. tuha peut atau nama lain;
f. tuha lapan atau nama lain;
g. imeum meunasah atau nama lain; .:
h. keujreun b1ang atau nama lain;
i. panglima laot atau nama lain;
j. pawang glee atau nama lain;
k. peutua seuneubok atau nama lain;
l. haria peukan atau nama lain; dan
m. syahbanda atau nama lain. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, wewenang, hak dan kewajiban lembaga adat, pemberdayaan adat, dan adat istiadat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Qanun Aceh.
