Pasal 9
BAB 2 — PERIZINAN BERUSAHA
(1) Kesesuaian kegiatan pemanfaatan rlrang sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 8 huruf a merupakan kesesuaian rencana kegiatan usaha dengan rencana tata ruang dan/atau rencana zonasi.
(2) Kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara kepada Pelaku Usaha yang memiliki lokasi usaha sesuai dengan rencana detail tata rrrang Ibu Kota Nusantara.
(3) Dalam hal rencana detail tata ruang Ibu Kota Nusantara
sebagaimana dimaksud pada ayat (21 belum ditetapkan oleh Kepala Otorita, pemberian kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang dilakukan berdasarkan rencana tata ruang KSN Ibu Kota Nusantara, rencana tata ruang Pulau Kalimantan, rencana zonasi kawasan antarwilayah Selat Makassar, atau rencana tata ruang wilayah Nasional. (41 Otorita Ibu Kota Nusantara harus men5rusun dan menyediakan rencana detail tata ruang Ibu Kota Nusantara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam bentuk digital dan sesuai standar.
(5) Dalam kondisi tertentu rencana detail tata ruang Ibu Kota
Nusantara sebagaimana dimaksud pada ayat (41 dapat dilakukan peninjauan kembali dengan tetap memperhatikan rencana tata ruang KSN Ibu Kota Nusantara dan Rencana Induk lbu Kota Nusantara.
(6) Kondisi tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (5)
merupakan perubahan kebijakan nasional yang bersifat strategis sesuai dengan ketentuan peratur€rn perundang- undangan.
