Pasal 10
BAB 3 — ISTISHNA
Objek Istishna wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah di Pasar Modal dan ketentuan peraturan perundang-undangan; b. ciri dan spesifikasi harus jelas dan dapat diakui sebagai utang serta wajib dituangkan secara tertulis dalam Istishna; c. mekanisme penyerahan barang baik seluruh maupun sebagian dari pihak pembuat atau penjual (shani’) kepada pihak pemesan atau pembeli (mustashni’) wajib dituangkan secara tertulis dalam Istishna meliputi waktu, tempat dan cara penyerahan; d. penyerahan sebagaimana dimaksud dalam huruf c dilakukan kemudian setelah waktu Istishna berdasarkan kesepakatan; e. harga jual objek Istishna ditetapkan secara tertulis dalam Istishna dan dilarang berubah selama masa Istishna; dan
f. pihak pemesan atau pembeli (mustashni’) dilarang menukar barang kecuali dengan barang sejenis atau sesuai kesepakatan.
