Pasal 21
BAB 4 — PEMBERIAN, PENGURANGAN, DAN PENGHENTIAN TUNJANGAN KINERJA
(1) Pegawai yang melaksanakan cuti sakit, dikenakan pengurangan Tunjangan Kinerja dengan ketentuan sebagai berikut: a. sakit selama 1 (satu) hari sampai dengan 2 (dua) hari tidak dikenakan pengurangan; b. sakit selama 3 (tiga) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari, dikenakan pengurangan sebesar 2,5% (dua koma lima persen) per hari; c. sakit selama 15 (lima belas) hari sampai dengan 30 (tiga puluh) hari dikenakan pengurangan sebesar 3% (tiga persen) per hari; d. sakit selama 31 (tiga puluh satu) hari sampai dengan 180 (seratus delapan puluh) hari dikenakan pengurangan sebesar 3,5% (tiga setengah persen) per hari; dan e. sakit lebih dari 180 (seratus delapan puluh) hari dikenakan pengurangan sebesar 4% (empat persen) per hari.
(2) Pelaksanaan cuti sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus melampirkan: a. surat keterangan sakit yang dikeluarkan oleh dokter bagi Pegawai yang melaksanakan cuti sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b; dan b. surat keterangan sakit yang dikeluarkan oleh dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan bagi Pegawai yang melaksanakan cuti sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c sampai dengan huruf e. (3) Surat keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada atasan langsung untuk kemudian diteruskan kepada pejabat yang menangani pencatatan kehadiran dalam waktu paling lama: a. 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak hari pertama masuk kerja setelah sembuh dari sakit untuk cuti sakit sebagaimana dimakud pada ayat (1) huruf a dan huruf b; dan b. 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak hari pertama mulai cuti untuk cuti sakit sebagaimana dimakud pada ayat (1) huruf c sampai dengan huruf e.
