Pasal 26
BAB 3 — PENYAMPAIAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG KEPADA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
(1) Menteri Sekretaris Negara menyiapkan surat PRESIDEN kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat guna menyampaikan Rancangan UNDANG-UNDANG disertai dengan Keterangan Pemerintah mengenai Rancangan UNDANG-UNDANG dimaksud. (2) Surat PRESIDEN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat :
a. menteri yang ditugasi untuk mewakili PRESIDEN dalam pembahasan Rancangan UNDANG-UNDANG di Dewan Perwakilan Rakyat;
b. sifat penyelesaiaan Rancangan UNDANG-UNDANG yang dikehendaki; dan
c. cara penanganan atau pembahasannya. (3) Keterangan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disiapkan oleh Pemrakarsa, yang paling sedikit memuat :
a. urgensi dan tujuan penyusunan;
b. sasaran yang ingin diwujudkan;
c. pokok pikiran, lingkup, atau objek yang akan diatur; dan
d. jangkauan serta arah pengaturan;
yang menggambarkan keseluruhan substansi Rancangan UNDANG-UNDANG. (4) Surat ...
(4) Surat PRESIDEN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditembuskan kepada Wakil PRESIDEN, para menteri koordinator, menteri yang ditugasi untuk mewakili PRESIDEN/Pemrakarsa, dan Menteri. (5) Dalam rangka pembahasan Rancangan UNDANG-UNDANG di Dewan Perwakilan Rakyat, Pemrakarsa memperbanyak Rancangan UNDANG-UNDANG tersebut dalam jumlah yang diperlukan.
