Pasal 39
BAB 4 — PROSEDUR PENYUSUNAN
(1) Prosedur penyusunan Naskah Hukum yang bukan Peraturan Perundang-undangan berupa Keputusan dan Surat Edaran Pejabat Eselon I, dilakukan dengan tata cara: a. unit Pemrakarsa mempersiapkan rancangan Keputusan dan Surat Edaran Pejabat Eselon I yang akan disusun; b. rancangan yang telah dipersiapkan disampaikan kepada Sekretaris unit kerja Eselon I Pemrakarsa c.q. Unit Kerja yang Menangani Bidang Hukum untuk dilakukan pengkajian dan penelaahan; c. unit kerja Eselon I yang menangani bidang hukum mengadakan konsultasi dengan unit di lingkungan Kementerian Sosial yang terkait dengan penyusunan rancangan dimaksud; d. rancangan yang telah selesai disusun, dimintakan persetujuan kepada pimpinan unit Pemrakarsa dan/atau unit terkait; dan e. dengan disetujuinya rancangan dimaksud, kemudian diajukan kepada Pejabat Eselon I untuk diperoleh penetapannya. (2) Keputusan dan Surat Edaran yang ditandatangani oleh Pejabat Eselon II dalam penyusunannya dapat melakukan koordinasi dengan unit kerja Eselon I yang menangani bidang hukum. (3) Dalam penyusunan rancangan Keputusan dan Surat Edaran Pejabat Eselon I atau Eselon II, unit Pemrakarsa atau unit yang menangani bidang hukum dapat melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Biro Hukum.
