Pasal 47
BAB 5 — TATA CARA PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN SENAT, PIMPINAN ORGAN PENGELOLA, SATUAN PENGAWASAN INTERNAL, DAN DEWAN PENYANTUN
(1) Ketua jurusan dipilih secara langsung dari dan oleh Dosen di jurusan yang bersangkutan. (2) Pemilihan ketua jurusan dilakukan dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat. (3) Dalam hal musyawarah untuk mencapai mufakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak tercapai, pemilihan ketua jurusan dilakukan dengan cara pemungutan suara dengan ketentuan setiap Dosen memiliki 1 (satu) hak suara. (4) Ketua jurusan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan calon yang memperoleh suara terbanyak. (5) Ketua jurusan terpilih merupakan calon yang terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat (2) atau yang memperoleh suara terbanyak sebagaimana dimaksud pada ayat (4). (6) Ketua jurusan terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mengusulkan 1 (satu) orang calon untuk menjadi sekretaris jurusan. (7) Ketua dan sekretaris jurusan ditetapkan oleh Direktur.
