Pasal 44
BAB 7 — PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH PUSAT
(1) Serah terima BMN yang menjadi objek Penyertaan Modal Pemerintah Pusat dilaksanakan setelah PERATURAN PEMERINTAH mengenai Penyertaan Modal Pemerintah Pusat ditetapkan; (2) BMN yang dari awal perencanaannya dimaksudkan untuk menjadi Penyertaan Modal Pemerintah Pusat dapat dilakukan serah terima operasional kepada calon penerima Penyertaan Modal Pemerintah Pusat; (3) Pengajuan permohonan Pemindahtanganan BMN menjadi Penyertaan Modal Pemerintah Pusat oleh Pengguna Barang dilaksanakan paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO). (4) Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) sekurang-kurangnya memuat : a. jenis BMN yang akan menjadi objek Penyertaan Modal Pemerintah Pusat; dan b. hak dan kewajiban calon penerima Penyertaan Modal Pemerintah Pusat; c. pencatatan BMN masih menjadi kewajiban Pengguna Barang.
