Pasal 283
BAB 6 — DIREKTORAT JENDERAL KERJA SAMA ASEAN
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri dalam lingkup kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN dan kerja sama sub-kawasan Asia Tenggara yang meliputi Brunei Darussalam-INDONESIA-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), INDONESIA-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan INDONESIA-Malaysia- Singapore Growth Triangle (IMS-GT), serta forum kerja sama sub-kawasan lainnya yang relevan dalam kerangka pelaksanaan Pilar Ekonomi ASEAN; b. pelaksanaan kebijakan dan koordinasi di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri dalam lingkup kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN dan kerja sama sub-kawasan Asia Tenggara yang meliputi Brunei Darussalam-INDONESIA-Malaysia- Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA),
- INDONESIA-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan INDONESIA-Malaysia-Singapore Growth Triangle (IMS- GT), serta forum kerja sama sub-kawasan lainnya yang relevan dalam kerangka pelaksanaan Pilar Ekonomi ASEAN; c. perundingan dan tindak lanjut hasil perundingan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri dalam lingkup kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN dan kerja sama sub-kawasan Asia Tenggara yang meliputi Brunei Darussalam-INDONESIA-Malaysia- Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), INDONESIA-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan INDONESIA-Malaysia-Singapore Growth Triangle (IMS- GT), serta forum kerja sama sub-kawasan lainnya yang relevan dalam kerangka pelaksanaan Pilar Ekonomi ASEAN; d. pemberian panduan substantif dan fasilitasi kebijakan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri dalam lingkup kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN dan kerja sama sub-kawasan Asia Tenggara yang meliputi Brunei Darussalam-INDONESIA-Malaysia- Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), INDONESIA-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan INDONESIA-Malaysia-Singapore Growth Triangle (IMS- GT), serta forum kerja sama sub-kawasan lainnya yang relevan dalam kerangka pelaksanaan Pilar Ekonomi ASEAN; e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri dalam lingkup kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN dan kerja sama sub-kawasan Asia Tenggara yang meliputi Brunei Darussalam-INDONESIA-Malaysia- Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), INDONESIA-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan INDONESIA-Malaysia-Singapore Growth Triangle (IMS- GT), serta forum kerja sama sub-kawasan lainnya yang
relevan dalam kerangka pelaksanaan Pilar Ekonomi ASEAN; f. koordinasi pemajuan identitas dan kesadaran mengenai ASEAN pada tingkat nasional dalam lingkup kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN dan kerja sama sub-kawasan Asia Tenggara yang meliputi Brunei Darussalam-INDONESIA- Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP- EAGA), INDONESIA-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan INDONESIA-Malaysia-Singapore Growth Triangle (IMS-GT), serta forum kerja sama sub-kawasan lainnya yang relevan dalam kerangka pelaksanaan Pilar Ekonomi ASEAN; g. pengelolaan kebijakan dan pelaksanaan kerja sama internasional dalam pembentukan Masyarakat ASEAN dalam lingkup kerja sama Pilar Ekonomi ASEAN dan kerja sama sub-kawasan Asia Tenggara yang meliputi Brunei Darussalam-INDONESIA-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), INDONESIA-Malaysia- Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan INDONESIA- Malaysia-Singapore Growth Triangle (IMS-GT), serta forum kerja sama sub-kawasan lainnya yang relevan dalam kerangka pelaksanaan Pilar Ekonomi ASEAN; dan h. pelaksanaan layanan manajemen Direktorat.
