Pasal 16
BAB 2 — PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
(1) Berdasarkan Keputusan Menteri mengenai panitia antarkementerian dan/atau antarnonkementerian, Pemrakarsa melakukan rapat panitia antarkementerian dan/atau antarnonkementerian. (2) Rapat
panitia antarkementerian dan/atau antarnonkementerian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk mendapatkan masukan terhadap rancangan UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH, atau rancangan Peraturan PRESIDEN. (3) Dalam hal rancangan UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH, dan rancangan Peraturan PRESIDEN sudah tidak memiliki permasalahan dari sisi substansi dan teknik Peraturan Perundang-undangan, Pemrakarsa menyampaikan rancangan UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH, dan rancangan Peraturan PRESIDEN kepada Sekretaris Jenderal dengan tembusan pejabat pimpinan tinggi pratama yang menyelenggarakan tugas di bidang hukum dan Peraturan Perundang-undangan. (4) Pejabat pimpinan tinggi pratama yang menyelenggarakan tugas di bidang hukum dan Peraturan Perundang- undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menyiapkan surat Menteri kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum untuk dilakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH, dan rancangan Peraturan PRESIDEN. (5) Terhadap rancangan UNDANG-UNDANG, selain menyiapkan surat Menteri untuk dilakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan UNDANG-UNDANG, pejabat pimpinan tinggi pratama yang menyelenggarakan tugas di bidang hukum dan Peraturan Perundang-undangan juga menyiapkan permohonan penyelarasan naskah akademik kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum.
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai proses penyusunan rancangan UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH, dan rancangan Peraturan
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.
