Pasal 4
BAB 2 — PAKAIAN DINAS
(1) PDH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat huruf a, digunakan untuk melaksanakan tugas sehari-hari pada setiap hari senin dan selasa, serta pada upacara tertentu. (2) PDH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat huruf a, digunakan untuk melaksanakan tugas sehari-hari setiap hari selasa dan rabu, serta pada upacara tertentu
(3) PDH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat huruf a, digunakan untuk melaksanakan tugas setiap hari. (4) PDH terdiri atas : a. PDH Pria terdiri atas :
- Kemeja lengan pendek, kain warna dark khaki, dengan desain sebagai berikut : 1.1. Kerah berdiri; 1.2. Lidah pundak (skoder); 1.3. Saku tempel sebelah atas dengan penutup sebanyak 2 (dua) buah.
- Celana panjang, kain warna dark green, dengan desain sebagai berikut : 2.1. Tanpa lipatan dibawah; 2.2. Saku bobok terbuka pada kiri dan kanan sebanyak 2 (dua) buah; 2.3. Satu buah saku bobok tertutup di belakang sebelah kanan. b. PDH Wanita dengan ketentuan sebagai berikut :
- Kemeja lengan pendek atau lengan panjang bagi yang berjilbab, kain warna dark khaki, dengan desain sebagai berikut : 1.1. Kerah rebah; 1.2. Lidah pundak (skoder); 1.3. Belahan pinggir diujung bawah lengan; 1.4. Satu buah saku bobok dengan penutup di sebelah kiri; 1.5. Saku bobok terbuka pada bagian bawah sebanyak 2 (dua) buah.
- Rok, kain warna dark green, dengan desain sebagai berikut : 2.1. Rok 15 cm di atas tumit; 2.2. Rok panjang sebatas tumit bagi yang berjilbab; 2.3. Warna jilbab disesuaikan dengan warna rok. (5) Atibut PDH terdiri atas : a. Papan nama bahan ebonit/plastik warna hitam dengan tulisan putih dan disematkan pada dada sebelah kanan diatas saku tempel;
b. Lambang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada lengan kiri atas; c. Lambang Unit Eselon I atau lambang Daerah atau lambang BUMN pada lengan kanan atas; d. Tanda pengenal, atau nama Satuan Kerja Perangkat Daerah, atau nama BUMN pada dada sebelah kiri diatas saku tempel; e. Ikat pinggang warna hitam; dan f. Sepatu kulit warna hitam. (6) Bagi Pejabat Eselon I, Pejabat Eselon II, dan Direksi Badan Usaha Milik Negara di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selain memakai PDH sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), dalam menjalankan tugasnya dapat menggunakan PSH.
