Pasal 7
BAB 4 — PENYIMPANAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
(1) Penyimpanan Limbah B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b wajib dilakukan oleh Penghasil Limbah B3. (2) Penyimpanan Limbah B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan cara antara lain: a. menyimpan Limbah B3 di fasilitas Penyimpanan Limbah B3; b. menyimpan Limbah B3 menggunakan wadah Limbah B3 sesuai kelompok Limbah B3; c. penggunaan warna pada setiap kemasan dan/atau wadah Limbah sesuai karakteristik Limbah B3; dan d. pemberian simbol dan label Limbah B3 pada setiap kemasan dan/atau wadah Limbah B3 sesuai karakteristik Limbah B3.
(3) Warna kemasan dan/atau wadah Limbah B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c berupa warna: a. merah, untuk Limbah radioaktif; b. kuning, untuk Limbah infeksius dan Limbah patologis; c. ungu, untuk Limbah sitotoksik; dan d. cokelat, untuk Limbah bahan kimia kedaluwarsa, tumpahan, atau sisa kemasan, dan Limbah farmasi. (4) Simbol pada kemasan dan/atau wadah Limbah B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d berupa simbol: a. radioaktif, untuk Limbah radioaktif; b. infeksius, untuk Limbah infeksius; dan c. sitotoksik, untuk Limbah sitotoksik. (5) Penggunaan label sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d sesuai dengan peraturan perundang-undangan mengenai simbol dan label Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. (6) Penggunaan simbol sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan di dalam wilayah kerja kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan. (7) Ketentuan mengenai simbol sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
