Pasal 9
BAB 3 — PERSYARATAN DAN TATA CARA PENGENAAN TARIF PNBP RP0,00 (NOL RUPIAH) DAN 50% (LIMA PULUH PERSERATUS)UNTUK PIHAK TERTENTU PADA BALAI
Pengenaan tarif sebesar 50% (lima puluh perseratus) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat 1 huruf b diberikan dengan ketentuan sebagai berikut : a. penggunaan sarana dan prasarana BPPTIK terbatas untuk Penyelenggaraan Diklat oleh Pihak Tertentu; b. paling banyak 30% (tiga puluh perseratus) dari jumlah sarana prasarana BPPTIK; c. dalam hal sarana prasarana BPPTIK tidak digunakan oleh BPPTIK, Pihak Tertentu dapat menggunakan lebih dari ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf b; dan
d. dalam hal sarana prasarana BPPTIK sedang digunakan oleh BPPTIK, maka permintaan Pihak Tertentu dapat dipertimbangkan penggunaannya setelah selesainya kegiatan yang tengah berjalan.
Pasal10 Tata cara pengenaan tarif sebesar Rp0,00 (nol rupiah) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. BPPTIK mengirimkan surat permintaan peserta Diklat teknologi informasi dan komunikasi kepada pimpinan Pihak Tertentu; b. Pihak Tertentu menjawab surat permintaan BPPTIK paling lambat 15 (lima belas) hari kerja sebelum Penyelenggaraan Diklat dengan melampirkan surat pengiriman/tugas/permintaan peserta Diklat beserta surat pernyataan peserta Diklat; dan c. Persetujuan atau penolakan pengenaan tarif terhadap peserta Diklat dari Pihak Tertentu dilakukan secara tertulis oleh Kepala BPPTIK.
Pasal11 Tata cara pengenaan tarif sebesar 50% (lima puluh perseratus) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf b diatur dengan ketentuan sebagai berikut : a. pimpinan Pihak Tertentu mengajukan surat permintaan penggunaan sarana prasarana kepada Kepala BPPTIK; b. surat permohonan sebagaimana dimaksud pada huruf a harus disampaikan paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sebelum penyelenggaraan diklat dilaksanakan; c. persetujuan dan penolakan pengenaan tarif terhadap penggunaan sarana prasarana oleh Pihak Tertentu dilakukan secara tertulis oleh Kepala BPPTIK.
