Pasal 40
BAB 3 — PEMBENTUKAN PERJANJIAN KERJA LAUT
(1) Dalam hal ada permasalahan terhadap pelaksanaan isi PKL, dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat antar kedua pihak dan/atau dimediasi oleh Syahbandar di pelabuhan Perikanan atau Perwakilan Republik INDONESIA di Luar Negeri. (2) Penyelesaian permasalahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada peraturan nasional dan internasional, dengan memperhatikan: a. PKL; b. perjanjian penempatan antara pemilik Kapal Perikanan, Operator Kapal Perikanan dengan Agen Awak Kapal Perikanan; dan
c. PKB/CBA. (3) Dalam hal salah satu pihak melanggar ketentuan pelaksanaan isi PKL, pada Kapal Perikanan berbendera INDONESIA atau berbendera asing yang terjadi di dalam negeri diselesaikan secara musyawarah mufakat antarkedua pihak dan/atau dimediasi oleh Syahbandar di pelabuhan Perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Dalam hal salah satu pihak melanggar ketentuan pelaksanaan isi PKL, pada Kapal Perikanan berbendera INDONESIA yang terjadi di luar negeri maka Syahbandar di pelabuhan Perikanan wajib memberikan teguran kepada pemilik Kapal Perikanan, Operator Kapal Perikanan, Agen Awak Kapal Perikanan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai dengan isi PKL. (5) Dalam hal salah satu pihak melanggar ketentuan pelaksanaan isi PKL, pada Kapal Perikanan berbendera asing yang berada di luar negeri diselesaikan secara musyawarah mufakat antara Awak Kapal Perikanan dengan pemilik Kapal Perikanan, Operator Kapal Perikanan, Agen Awak Kapal Perikanan, atau Nakhoda Kapal Perikanan yang dimediasi oleh pejabat Perwakilan
di Luar Negeri, otoritas kesyahbandaran di pelabuhan luar negeri, dan/atau oleh serikat pekerja Awak Kapal Perikanan. (6) Dalam hal kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan penyelesaian pelaksanaan ketentuan isi PKL secara musyawarah mufakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diselesaikan melalui peradilan hubungan industrial. (7) Dalam hal terdapat permasalahan Awak Kapal Perikanan di luar negeri terhadap pelaksanaan isi PKL, Perwakilan Republik INDONESIA di Luar Negeri memberikan bantuan advokasi dan/atau pemulangan.
