Pasal 31
BAB 4 — TATA CARA PENGELOLAAN
(1) Permohonan Hibah BMN Aset Lain-lain selain tanah dan/atau bangunan diajukan secara tertulis oleh calon penerima Hibah kepada: a. Direktur, untuk BMN Aset Lain-lain selain tanah dan/atau bangunan yang diserahkan kepada Direktur; atau b. pejabat pada Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart, untuk BMN Aset Lain-lain selain tanah dan/atau bangunan yang diserahkan kepada Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart. (2) Permohonan Hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit harus disertai dengan data dan dokumen meliputi: a. data calon penerima Hibah; b. alasan/tujuan Hibah; c. daftar BMN Aset Lain-lain yang akan dilakukan Hibah; d. dokumen kepemilikan, jika ada; dan e. nilai perolehan, tahun perolehan, dan foto kondisi terkini BMN Aset Lain-lain. (3) Permohonan Hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilampiri dengan surat kesediaan menerima Hibah dari calon penerima Hibah. (4) Direktur atau pejabat pada Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart melakukan penelitian atas permohonan Hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(5) Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan terhadap: a. kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan; dan b. kesesuaian dokumen dengan objek yang diusulkan. (6) Dalam hal berdasarkan hasil penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (4) permohonan Hibah dapat disetujui, Direktur atau pejabat pada Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart MENETAPKAN keputusan Hibah. (7) Keputusan Hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (6) paling sedikit memuat: a. pertimbangan Hibah; b. identitas penerima Hibah; c. data BMN Aset lain-lain yang dilakukan Hibah; dan d. peruntukan Hibah. (8) Berdasarkan keputusan Hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (6), Direktur atau pejabat pada Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart membuat naskah Hibah yang ditandatangani oleh Direktur atau pejabat pada Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart dan pihak penerima Hibah. (9) Berdasarkan keputusan Hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dan naskah Hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (8), Direktur atau pejabat pada Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart melakukan serah terima BMN Aset lain-lain kepada penerima Hibah, yang dituangkan dalam suatu berita acara yang ditandatangani oleh Direktur atau pejabat pada Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart dan penerima Hibah. (10) Dalam hal berdasarkan hasil penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (4) permohonan Hibah tidak disetujui, Direktur atau pejabat pada Kementerian/Lembaga Selaku Counterpart memberitahukan secara tertulis kepada pemohon Hibah disertai dengan alasannya.
