Pasal 48
BAB 5 — PENGUJIAN DAN PENYELESAIAN TAGIHAN
(1) Dalam rangka penyelesaian tagihan, PPSPM melakukan pengujian formal atas SPP beserta kelengkapannya yang disampaikan dari PPK. (2) Pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara elektronik meliputi: a. kelengkapan dokumen pendukung SPP; b. kebenaran dan keabsahan Tanda Tangan Elektronik PPK; c. kebenaran pengisian format SPP; d. ketersediaan pagu sesuai Bagan Akun Standar (BAS) pada SPP dengan DIPA/Petunjuk Operasional Kegiatan (POK)/Rencana Kerja Anggaran Satker (RKA); e. kebenaran formal bukti yang menjadi persyaratan/kelengkapan pembayaran; f. kebenaran perhitungan tagihan serta kewajiban di bidang perpajakan dari pihak yang mempunyai hak tagih; g. kepastian telah terpenuhinya kewajiban pembayaran kepada negara oleh pihak yang mempunyai hak tagih kepada negara; h. kesesuaian prestasi pekerjaan dengan ketentuan pembayaran dalam perjanjian/Kontrak; dan i. ketepatan penggunaan kode bagan akun standar antara SPP dengan DIPA/POK/RKA Satker. (3) Dalam hal kelengkapan SPP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan tidak secara elektronik, pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atas kelengkapan SPP dilakukan secara manual. (4) Dalam hal berdasarkan hasil pengujian SPP beserta kelengkapannya telah memenuhi ketentuan, PPSPM menerbitkan SPM-LS/UP/GUP/GUP Nihil/TUP/PTUP. (5) Dalam hal berdasarkan hasil pengujian SPP beserta kelengkapannya tidak memenuhi ketentuan, PPSPM menolak SPP. (6) Jangka waktu pengujian SPP beserta kelengkapannya sejak diterima secara lengkap dan benar sampai dengan penerbitan SPM oleh PPSPM diatur dengan ketentuan: a. paling lama 2 (dua) hari kerja untuk penerbitan SPM- UP/TUP; b. paling lama 4 (empat) hari kerja untuk penerbitan SPM-GUP/GUP Nihil; c. paling lama 3 (tiga) hari kerja untuk penerbitan SPM- PTUP; d. paling lama 5 (lima) hari kerja untuk penerbitan SPM- LS; dan
e. paling lambat tanggal 15 (lima belas) sebelum bulan pembayaran atau hari kerja sebelumnya dalam hal tanggal 15 (lima belas) merupakan hari libur atau hari yang dinyatakan libur, untuk pembayaran gaji induk/bulanan. (7) Dalam hal PPSPM menolak SPP, PPSPM harus menyatakan secara tertulis alasan penolakan/ pengembalian paling lama 2 (dua) hari kerja setelah diterimanya SPP.
