Pasal 43
BAB 5 — PENGUJIAN DAN PENYELESAIAN TAGIHAN
(1) Dalam rangka pembayaran dengan mekanisme UP, PPK melakukan pengujian materiil terhadap kebenaran tagihan beserta kelengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1). (2) Tata cara pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) berlaku mutatis mutandis terhadap pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Dalam hal berdasarkan pengujian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memenuhi persyaratan, PPK menerbitkan SPBy yang disampaikan kepada Bendahara Pengeluaran/bendahara pengeluaran pembantu. (4) Dalam hal UP digunakan untuk uang muka, PPK menerbitkan SPBy disertai dengan: a. rencana pelaksanaan kegiatan/pembayaran; dan b. rincian kebutuhan dana. (5) Uang muka sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat diberikan secara tunai atau nontunai. (6) Berdasarkan SPBy yang disampaikan PPK, Bendahara Pengeluaran/bendahara pengeluaran pembantu melakukan pengujian yang meliputi: a. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh PPK; b. pemeriksaan kebenaran atas hak tagih, meliputi:
- pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran;
- nilai tagihan yang harus dibayar; dan
- jadwal waktu pembayaran. c. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan; d. pemeriksaan kesesuaian pencapaian keluaran antara spesifikasi teknis yang disebutkan dalam penerimaan barang/jasa dan spesifikasi teknis yang disebutkan dalam dokumen perjanjian/Kontrak; dan e. pemeriksaan dan pengujian ketepatan penggunaan klasifikasi anggaran. (7) Apabila SPBy telah memenuhi persyaratan, Bendahara Pengeluaran/bendahara pengeluaran pembantu melakukan pembayaran dengan UP. (8) Dalam hal SPBy tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan, Bendahara Pengeluaran/bendahara pengeluaran pembantu mengembalikan tagihan/mengembalikan SPBy.
