Pasal 63
BAB 5 — PENYELESAIAN TAGIHAN NEGARA
(1) PPSPM melakukan pemeriksaan dan pengujian SPP dan dokumen pendukung yang disampaikan oleh PPK. (2) Pemeriksaan dan pengujian SPP dan dokumen pendukung SPP sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a. pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (3); dan b. keabsahan dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (3), ayat (4) dan ayat (5). (3) Dalam hal dokumen pendukung SPP berupa SPTJM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62, pengujian SPP meliputi: a. pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (3) huruf a sampai dengan huruf e; dan b. kebenaran pengisian format dan keabsahan SPTJM. (4) Dalam hal pengujian SPP beserta dokumen pendukungnya memenuhi persyaratan, PPSPM menerbitkan SPM. (5) Jangka waktu pengujian SPP sampai dengan penerbitan SPM- UP/TUP/GUP/PTUP/LS oleh PPSPM diatur sebagai berikut: a. untuk SPP-UP/TUP diselesaikan paling lambat 10 (sepuluh) hari kalender; b. untuk SPP-GUP diselesaikan paling lambat 10 (sepuluh) hari kalender;
c. untuk SPP-PTUP diselesaikan paling lambat 10 (sepuluh) hari kalender; dan d. untuk SPP-LS diselesaikan paling lambat 10 (sepuluh) hari kalender. (6) Dalam hal PPSPM menolak/mengembalikan SPP karena dokumen pendukung tagihan tidak lengkap dan benar, PPSPM harus menyatakan secara tertulis alasan penolakan/pengembalian tersebut paling lambat 2 (dua) hari kalender setelah diterimanya SPP. (7) Atas penyampaian SPTJM sebagai lampiran SPP sebagaimana dimaksud pada ayat (3), PPK harus menyampaikan asli dokumen dan bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (5), Pasal 54 ayat (2), Pasal 60 ayat (3), dan Pasal 61 ayat (5) kepada PPSPM secara berkala. (8) Periode/jangka waktu penyampaian asli dokumen dan bukti pengeluaran secara berkala sebagaimana dimaksud pada ayat (7) ditetapkan oleh: a. Menteri Luar Negeri untuk Satker Perwakilan; dan b. Menteri Teknis untuk Satker Atase Teknis. (9) PPSPM melakukan pemeriksaan dan pengujian dokumen dan bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (7) sesuai ayat (2).
