Pasal 38
BAB 7 — PEMANTAUAN DAN PENANGGULANGAN KEJADIAN IKUTAN PASCA VAKSINASI COVID-19
(1) Kecacatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 merupakan keadaan berkurang atau hilangnya anggota badan, atau hilangnya fungsi tubuh yang secara langsung mengakibatkan berkurang atau hilangnya kemampuan untuk menjalankan pekerjaan dalam waktu tertentu paling singkat 6 (enam) bulan. (2) Kecacatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan tingkat risiko terdiri atas: a. kecacatan dengan kriteria berat; b. kecacatan dengan kriteria sedang; atau c. kecacatan dengan kriteria ringan. (3) Kecacatan dengan kriteria berat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a meliputi: a. kehilangan kedua anggota gerak bawah; b. kelumpuhan kedua anggota gerak bawah; c. kehilangan kedua anggota gerak atas; d. kelumpuhan kedua anggota gerak atas; e. kelumpuhan 1 (satu) anggota gerak bawah dan 1 (satu) anggota gerak atas; f. kehilangan 1 (satu) anggota gerak bawah dan 1 (satu) anggota gerak atas; g. kehilangan penglihatan kedua mata; h. bisu dan tuli; i. penyakit jiwa berat permanen; atau j. cacat yang luas dari organ sistem syaraf, pernapasan, kardiovaskuler, pencernaan, atau urogenital. (4) Kecacatan dengan kriteria sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b meliputi: a. kehilangan 1 (satu) anggota gerak bawah; b. kelumpuhan 1 (satu) anggota gerak bawah; c. kehilangan 1 (satu) anggota gerak atas; d. kelumpuhan 1 (satu) anggota gerak atas;
e. kehilangan penglihatan 1 (satu) mata; f. penyakit jiwa sedang; g. kehilangan 1 (satu) jari telunjuk atau ibu jari tangan kanan; h. kehilangan 2 (dua) jari atau lebih tangan kanan; i. Cacat sebagian dari organ sistem syaraf, pernafasan kardiovaskuler, pencernaan, atau urogenital; j. bisu; atau k. tuli. (5) Kecacatan dengan kriteria ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c meliputi: a. gangguan kejiwaan yang ringan; b. kehilangan 1 (satu) jari tangan atau kaki; c. berkurangnya fungsi mata; d. kehilangan daun telinga, namun masih bisa mendengar; atau e. perubahan klasifikasi atau fungsi organ tubuh yang bernilai lebih rendah dari sebelum mendapat cidera/ sakit. (6) Seseorang yang mengalami kecacatan dengan kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh dokter sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.
