Pasal 43
BAB 3 — TATA CARA PENGURUSAN BARANG BUKTI
(1) Setiap kegiatan pemusnahan atau pelepasliaran barang bukti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40, Pasal 41, dan Pasal 42 wajib dibuatkan berita acara. (2) Berita acara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari : a. berita acara penyisihan barang bukti; dan b. berita acara pemusnahan atau pelepas-liaran (3) Berita acara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a sekurang- kurangnya memuat :
a. waktu dan tempat; b. jenis, jumlah dan ukuran barang bukti yang disisihkan; c. ciri dan tanda-tanda khusus; d. tersangka dan pasal yang disangkakan; e. intansi yang melakukan penyisihan; dan f. saksi sekurang-kurangnya 2 (dua) orang. (4) Berita acara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b sekurang- kurangnya memuat : a. waktu dan tempat; b. jenis, jumlah dan ukuran barang bukti yang dimusnahkan atau dilepasliarkan; c. ciri dan tanda-tanda khusus; d. tersangka dan pasal yang disangkakan; e. instansi yang melakukan pemusnahan atau dilepas-liarkan; dan f. saksi sekurang-kurangnya 2 (dua) orang. (5) Ketentuan pemusnahan dan pelepasliaran barang bukti diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal.
