Pasal 3
BAB 3 — RUANG LINGKUP DAN OBJEK
(1) Ruang lingkup kegiatan Penatausahaan BMN, meliputi: a. Pembukuan, yang terdiri atas kegiatan pendaftaran dan pencatatan BMN ke dalam Daftar Barang; b. Inventarisasi, yang terdiri atas kegiatan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan BMN; dan c. Pelaporan, yang terdiri atas kegiatan penyusunan dan penyampaian data dan informasi BMN secara semesteran dan tahunan. (2) Objek penatausahaan BMN, meliputi: a. semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN); b. semua barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah, meliputi:
barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau yang sejenisnya;
barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan perjanjian/ kontrak;
barang yang diperoleh berdasarkan ketentuan UNDANG-UNDANG; atau
barang yang diperoleh berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. (3) Objek Penatausahaan BMN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diklasifikasikan menjadi: a. aset lancar berupa barang persediaan; b. aset tetap, meliputi:
tanah;
peralatan dan mesin;
gedung dan bangunan;
jalan, irigasi, dan jaringan;
aset tetap lainnya; dan
konstruksi dalam pengerjaan; dan c. aset lainnya, meliputi:
aset kemitraan dengan pihak ketiga;
aset tak berwujud; dan
aset tetap yang dihentikan dari penggunaan. (4) Aset kemitraan dengan pihak ketiga sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c angka 1 merupakan aset yang digunakan pada pemanfaatan BMN dan/atau dihasilkan dari perjanjian pemanfaatan BMN dalam bentuk Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), Bangun Guna Serah (BGS), Bangun Serah Guna (BSG) atau bentuk pemanfaatan yang serupa, antara Pengguna Barang atau Pengelola Barang dengan pihak lain yang mempunyai komitmen untuk melaksanakan kegiatan yang dikendalikan bersama dengan menggunakan aset dan/atau hak usaha. (5) Aset tak berwujud sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c angka 2 merupakan aset non-keuangan yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang/jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya,
termasuk tetapi tidak terbatas pada hasil kajian/penelitian yang memberikan manfaat jangka panjang, perangkat lunak (software) komputer, lisensi dan waralaba (franchise), hak cipta (copyright), paten, dan hak atas kekayaan intelektual lainnya. (6) Aset tetap yang dihentikan dari penggunaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c angka 3 merupakan aset tetap yang tidak digunakan lagi dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintahan, termasuk tidak lagi memiliki manfaat ekonomi masa depan.
