Pasal 6
BAB 2 — PELAKSANAAN PENILAIAN SISTEM KESELAMATAN PERKERETAAPIAN
(1) Penilaian Sistem Keselamatan Perkeretapapian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) dilakukan berdasarkan permohonan dari: a. Penyelenggara Perkeretaapian; atau b. instansi pemerintah. (2) Pemohon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengajukan permohonan Penilaian Sistem Keselamatan Perkeretaapian terhadap Prasarana Perkeretaapian dengan melampirkan kelengkapan paling sedikit berupa: a. dokumen perencanaan; b. dokumen pembangunan; dan c. dokumen rencana persiapan pengoperasian. (3) Pemohon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengajukan permohonan Penilaian Sistem Keselamatan Perkeretaapian terhadap Sarana Perkeretaapian dengan melampirkan kelengkapan paling sedikit berupa: a. dokumen perencanaan; b. dokumen pengadaan; dan c. dokumen rencana persiapan pengoperasian.
(4) Pemohon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengajukan permohonan Penilaian Sistem Keselamatan Perkeretaapian terhadap sumber daya manusia Perkeretaapian dengan melampirkan kelengkapan dokumen paling sedikit berupa: a. sertifikat kecakapan/keahlian; dan b. tanda bukti telah mengikuti pelatihan, penyegaran, seminar, atau lokakarya di bidang Perkeretaapian atau kegiatan sejenisnya. (5) Dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) harus disahkan oleh pejabat yang berwenang.
