Pasal 6
(1) Pejabat yang berwenang MENETAPKAN penyesuaian PAK guru PNS: a. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk MENETAPKAN penyesuaian PAK guru PNS bagi:
- Guru Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b sampai dengan Guru Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e di lingkungan pemerintah provinsi/kabupaten/kota, Kementerian Agama, dan kementerian lainnya/lembaga pemerintah non-kementerian yang menyelenggarakan pendidikan; dan 2) Guru Pertama pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Guru Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e yang dipekerjakan pada Sekolah INDONESIA di Luar Negeri berdasarkan penugasan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
b. Menteri Agama atau Pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Agama untuk MENETAPKAN penyesuaian PAK Guru Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Guru Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a, serta guru golongan II di lingkungannya; c. Gubernur/bupati/walikota atau pejabat yang ditunjuk oleh gubernur/bupati/walikota MENETAPKAN penyesuaian PAK Guru Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Guru Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a, serta guru golongan II di lingkungannya; atau d. Menteri pada kementerian lainnya/pimpinan lembaga pemerintah non-kementerian yang menyelenggarakan pendidikan atau pejabat yang ditunjuk oleh Menteri pada kementerian lainnya/pimpinan lembaga pemerintah non- kementerian MENETAPKAN penyesuaian PAK Guru Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Guru Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a, serta guru golongan II di lingkungannya. e. Dihapus (2) Pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a angka 1: a. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bagi Guru Utama, golongan ruang IV/e; b. Direktur Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, dan Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah pada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sesuai
2016, No.
dengan kewenangannya bagi Guru Madya, golongan ruang IV/c dan Guru Utama golongan ruang IV/d; c. Pejabat eselon III yang menangani penilaian kinerja dan pengembangan karir pada Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, dan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah pada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sesuai dengan kewenangannya bagi Guru Madya, golongan ruang IV/b. (3) Pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a angka 2: a. Sekretaris Jenderal, atas nama Menteri, bagi Guru Utama, golongan ruang IV/d dan golongan ruang IV/e; b. Kepala Biro Kepegawaian, atas nama Menteri, bagi Guru Madya, golongan ruang IV/b dan golongan ruang IV/c; dan c. Kepala Bagian di lingkungan Biro Kepegawaian, atas nama Menteri, bagi Guru Pertama, golongan ruang III/a sampai dengan Guru Madya, golongan ruang IV/a. (4) Apabila pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a berhalangan tetap atau bukan pejabat definitif, penyesuaian PAK dilaksanakan oleh Sekretaris Jenderal, atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (4a) Apabila pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan ayat (4) berhalangan tetap atau bukan pejabat definitif, penyesuaian PAK dilaksanakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
(5) Apabila pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b berhalangan tetap atau bukan pejabat definitif, penyesuaian PAK dilaksanakan oleh Kepala Biro Kepegawaian, atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (6) Apabila pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dan ayat (5) berhalangan tetap atau bukan pejabat definitif, penyesuaian PAK dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (7) Apabila pejabat sebagai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, ayat (6) berhalangan tetap atau bukan pejabat definitif, penyesuaian PAK dilaksanakan oleh Sekretaris Jenderal, atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (8) Apabila pejabat sebagai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, ayat (6), dan ayat (7) berhalangan tetap atau bukan pejabat definitif, penyesuaian PAK dilaksanakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (9) Apabila pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c berhalangan tetap atau bukan pejabat definitif, penyesuaian PAK dilaksanakan oleh Kepala Bagian Mutasi pada Biro Kepegawaian, atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (10) Apabila pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c dan ayat (6) berhalangan tetap atau bukan pejabat definitif, penyesuaian PAK dilaksanakan oleh Direktur Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, dan Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah pada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan sesuai dengan kewenangannya, atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (11) Apabila pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, ayat (6), dan ayat (10) berhalangan tetap atau
2016, No.
bukan pejabat definitif, penyesuaian PAK dilaksanakan oleh Kepala Biro Kepagawaian, atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (12) Apabila pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, ayat (6), ayat (10), dan ayat (11) berhalangan tetap atau bukan pejabat definitif, penyesuaian PAK dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (13) Apabila pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, ayat (6), ayat (10), ayat (11), dan ayat (12) berhalangan tetap atau bukan pejabat definitif, penyesuaian PAK dilaksanakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 2. Ketentuan Pasal 7 ayat (1) huruf a diubah, ayat (2) huruf a dan huruf b diubah, diantara ayat (2) dan ayat (3) disisipkan 1 (satu) ayat, yakni ayat (2a), ayat (3) diubah, dan ditambahkan 11 (sebelas) ayat, yakni ayat (4), ayat (5), ayat (6), ayat (7), ayat (8), ayat (9), ayat (10), ayat ayat (11), ayat (12), ayat (13), dan ayat (14), sehingga Pasal 7 berbunyi sebagai berikut:
