Pasal 45
BAB 5 — PENAGIHAN DAN PENYETORAN
(1) Penagihan dalam rangka penyelesaian Kerugian Negara dilakukan atas dasar: a. SKTJM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (3); b. SKP2KS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (2); atau c. SKP2K sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36. (2) Penagihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan surat penagihan. (3) Surat Penagihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diterbitkan oleh kepala Satuan Kerja/atasan kepala Satuan Kerja paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak SKTJM, SKP2KS, atau SKP2K diterbitkan. (4) Dalam hal Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris melalaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan SKTJM dalam jangka waktu
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) diterbitkan surat penagihan kedua. (5) Dalam hal Pihak Yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris tidak mengganti Kerugian Negara sampai dengan satu bulan sejak penerbitan surat penagihan kedua sebagaimana dimaksud pada ayat (4), diterbitkan surat penagihan ketiga. (6) Dalam hal Pihak yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris tidak mengganti Kerugian Negara melalui pembayaran sesuai dengan SKP2KS dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 diterbitkan surat penagihan kedua. (7) Dalam hal SKP2K telah ditetapkan namun Pihak yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris belum mengganti Kerugian Negara, diterbitkan surat penagihan ketiga. (8) Format surat penagihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
