Pasal 175
BAB 7 — PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN
(1) Pemeriksaan dan pengujian pertama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 174 ayat (1) huruf a dilakukan pada: a. pembuatan; b. pemasangan dan/atau perakitan; c. perbaikan dan/atau perubahan atau modifikasi; dan d. Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut yang belum pernah dilakukan pemeriksaan dan pengujian, yang akan digunakan atau baru, yang diimpor, dan/atau yang disewakan. (2) Pemeriksaan dan pengujian pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. pemeriksaan dokumen; b. pemeriksaan visual; c. pengukuran teknis/dimensi; d. pengujian tidak merusak pada komponen utama dan/atau yang menerima beban; e. pengujian fungsi Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut; f. pengujian beban dinamis dengan memberikan beban secara bertahap hingga 100% (seratus persen) beban kerja aman; dan g. pengujian beban statis harus dilaksanakan:
paling sedikit 110% (seratus sepuluh persen) beban kerja aman untuk Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut, kecuali untuk keran angkat yang menggunakan girder atau tidak memiliki tabel beban (load chart) paling sedikit 125% (seratus dua puluh lima persen) beban kerja aman;
paling sedikit 150% (seratus lima puluh persen) beban kerja aman secara bertahap untuk dongkrak;
paling sedikit 150% (seratus lima puluh persen) dan paling besar 200% (dua ratus persen) beban kerja aman untuk Alat Bantu Angkat dan Angkut serta alat kelengkapannya.
