Pasal 6
BAB 2 — PINJAMAN LUAR NEGERI
(1) Pinjaman Luar Negeri digunakan untuk: a. membiayai defisit APBN; b. mengelola portofolio utang; c. membiayai kegiatan prioritas Kementerian/ Lembaga; d. diteruspinjamkan kepada Pemerintah Daerah; e. dihibahkan kepada Pemerintah Daerah; dan/atau f. diteruspinjamkan kepada BUMN. (2) Penggunaan Pinjaman Luar Negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dilaksanakan melalui Pinjaman Tunai. (3) Penggunaan Pinjaman Luar Negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, huruf d, huruf e, dan huruf f dilaksanakan melalui Pinjaman Kegiatan. (4) Pemerintah Daerah dapat meneruspinjamkan dan/atau menerushibahkan Pinjaman Luar Negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dan huruf e kepada BUMD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
