Pasal 43
BAB 5 — TATA CARA PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PIMPINAN ORGAN
Tahap penyaringan calon Rektor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf b dilakukan dengan cara: a. penyaringan bakal calon Rektor dilakukan dalam rapat Senat secara khusus;
b. rapat Senat sebagaimana dimaksud pada huruf a dinyatakan sah apabila dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari seluruh anggota senat; c. bakal calon Rektor menyampaikan program kerja dan pengembangan institut mendatang di hadapan Senat; d. Senat melakukan pemilihan bakal calon Rektor melalui musyawarah untuk mufakat; e. apabila musyawarah untuk mufakat sebagaimana dimaksud pada huruf d tidak tercapai, pemilihan bakal calon Rektor dilakukan dengan pemungutan suara untuk mendapatkan 3 (tiga) orang calon Rektor; f. pemungutan suara sebagaimana dimaksud pada huruf e dilakukan dengan ketentuan 1 (satu) orang anggota Senat memiliki 1 (satu) hak suara; g. apabila terdapat jumlah suara yang sama untuk peringkat kedua kebawah sehingga belum didapatkan 3 (tiga) orang calon Rektor, dilakukan pemungutan suara pada hari yang sama bagi calon yang memperoleh suara sama; dan h. Senat menyampaikan 3 (tiga) nama calon Rektor hasil penyaringan kepada Menteri dilengkapi data riwayat hidup dan program kerja masing-masing calon Rektor paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya masa jabatan Rektor yang sedang menjabat.
