Pasal 116
BAB 10 — PEMINDAHTANGANAN
(1) Hibah barang milik daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115 ayat (1) huruf a dan huruf b dilaksanakan dengan tata cara: a. Pengguna Barang melalui Pengelola Barang mengajukan usul hibah barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan kepada Bupati disertai dengan pertimbangan dan kelengkapan data; b. Bupati meneliti dan mengkaji usul hibah barang milik daerah berdasarkan pertimbangan dan syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112; c. Apabila memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang- Undangan, Bupati dapat menyetujui dan/atau MENETAPKAN barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan yang akan dihibahkan; d. Proses persetujuan hibah dilaksanakan dengan berpedoman pada ketentuan Pasal 84 dan Pasal 85; e. Pengelola Barang melaksanakan hibah dengan berpedoman pada persetujuan Bupati; dan f. Pelaksanaan serah terima barang yang dilepas harus dituangkan dalam berita acara serah terima barang. (2) Hibah barang milik daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115 ayat (1) huruf c dilaksanakan dengan tata cara: a. Pengguna Barang mengajukan usul hibah barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan kepada Pengelola Barang disertai pertimbangan, kelengkapan data dan hasil pengkajian tim intern instansi Pengguna Barang; b. Pengelola Barang meneliti dan mengkaji usul hibah barang milik Daerah berdasarkan pertimbangan dan syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112; c. apabila memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang- Undangan, Pengelola Barang dapat menyetujui usul hibah barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan sesuai batas kewenangannya;
d. Pengguna Barang melaksanakan hibah dengan berpedoman pada persetujuan Pengelola Barang; dan e. pelaksanaan serah terima barang yang dihibahkan harus dituangkan dalam berita acara serah terima barang. (3) Ketentuan mengenai hibah barang milik daerah diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati.
