Pasal 10
BAB 2 — PENGURUSAN JENAZAH
Ketentuan mengenai persemayaman jenazah dilaksanakan dengan kriteria sebagai berikut :
- Persemayaman jenazah di Kejaksaan Agung : a. Pejabat Kejaksaan atau Pensiunan sebagai Jaksa Agung atau Wakil Jaksa Agung atau Pejabat Eselon I; atau b. Pegawai Kejaksaan :
- memiliki satu atau lebih tanda jasa;
- memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) tahun;
- pangkat/golongan Jaksa Utama Muda atau Muda Pati TU (IV/c) ke atas; dan 4) pangkat/golongan Jaksa Utama Pratama atau Nindya Wira TU (IV/b) ke bawah yang dalam penilaian Jaksa Agung RI mempunyai jasa pada Kejaksaan setelah mendengar dan www.djpp.kemenkumham.go.id
menerima saran dari Jaksa Agung Muda Pembinaan Cq. Kepala Biro Umum Kejaksaan Agung RI. 2. Persemayaman jenazah di Kejaksaan Tinggi/Kejaksaan Negeri : a. Pegawai Kejaksaan; b. memiliki satu atau lebih tanda jasa; c. memiliki masa bakti pada Kejaksaan RI selama 25 (dua puluh lima) tahun; dan d. pangkat/golongan Jaksa Madya atau Adi Wira TU (IV/a) ke atas; atau pangkat/golongan Jaksa Muda atau Sena Wira TU (III/d) ke bawah yang dalam penilaian Kepala Kejaksaan Tinggi atau Kepala Kejaksaan Negeri mempunyai prestasi tinggi pada Kejaksaan, setelah mendengar dan menerima saran dari Asisten Pembinaan atau Kepala Sub Bagian Pembinaan. 3. Dikecualikan dari angka 1 dan angka 2 untuk Pegawai Kejaksaan yang meninggal dalam melaksanakan tugas kedinasan atau yang berhubungan dengan kedinasan, dapat disemayamkan di Kejaksaan Agung/Kejaksaan Tinggi/Kejaksaan Negeri.
