Pasal 2
BAB 2 — WAJIB LAPOR, TATA CARA PENYAMPAIAN, DAN PENGUMUMAN LHKPN
(1) Wajib Lapor LHKPN yang memiliki fungsi strategis yang merupakan Wajib Lapor LHKPN di lingkungan BPKP adalah sebagai berikut: a. Jabatan Pimpinan Tinggi Utama (Pejabat Eselon I - Kepala BPKP); b. Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (Pejabat Eselon I – Sekretaris Utama dan Para Deputi); c. Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Pejabat Eselon II); d. Jabatan Pimpinan Tinggi Administrator (Pejabat Eselon III); e. Pejabat Pembuat Komitmen; f. Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa dan kelompok kerja Unit Layanan Pengadaan; g. bendahara; dan
h. seluruh pejabat fungsional auditor. (2) Tata cara pelaksanaan penyampaian LHPKN sebagai berikut: a. Wajib Lapor LHPKN melaporkan harta kekayaan kepada KPK dengan mengisi Formulir LHKPN; b. Wajib Lapor LHKPN yang pertama kali menyampaikan LHKPN Model KPK-A disampaikan paling lambat 2 (dua) bulan setelah:
- menduduki jabatan untuk pertama kali;
- mengalami promosi atau mutasi; atau
- pensiun. c. Wajib Lapor LHKPN pada ayat (2) huruf b wajib menyampaikan kembali LHKPN yang dimilikinya dengan mengisi Formulir Model KPK-B apabila:
- selama 2 (dua) tahun menduduki jabatan yang sama;
- mengalami promosi atau mutasi; atau
- pensiun. (3) Penyampaian Formulir LHKPN Model KPK-A atau Formulir LHKPN KPK-B kepada KPK dapat disampaikan langsung atau melalui Biro Kepegawaian dan Organisasi BPKP. (4) Biro Kepegawaian dan Organisasi menyampaikan Formulir LHKPN Model KPK-A atau Formulir LHKPN Model KPK-B yang diterima kepada KPK. (5) Tanda Terima penyampaian LHKPN disampaikan kepada: a. asli untuk Wajib Lapor LHKPN; dan b. untuk Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi selaku Pengelola LHKPN BPKP. (6) Pengumuman LHKPN dilaksanakan sebagai berikut: a. pengumuman LHKPN dilaksanakan oleh Wajib Lapor LHKPN dan/atau oleh KPK setelah LHKPN diterima dan diverifikasi oleh KPK; b. pengumuman LHKPN dilaksanakan sebelum, selama dan setelah Wajib Lapor LHKPN menjabat dengan cara mengumumkan LHKPN kepada publik melalui Berita Negara Republik INDONESIA/Tambahan Berita
Negara atau media lain yang ditetapkan KPK; c. dalam hal pengumuman dilakukan pada papan pengumuman BPKP, maka Wajib Lapor LHKPN mengumumkan LHKPN secara resmi selama 1 (satu) bulan berturut-turut, sehari setelah format pengumuman diterima dari KPK; d. pengumuman harta kekayaan melalui Berita Negara Republik INDONESIA/Tambahan Berita Negara atau melalui Surat Kabar Harian Nasional atau Harian Provinsi di tempat Wajib Lapor LHKPN berdomisili dengan menggunakan format pengumuman yang ditetapkan oleh KPK dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah LHKPN dinyatakan lengkap oleh KPK; dan e. bukti salinan atau fotokopi pengumuman LHKPN disampaikan kepada KPK paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal pengumuman oleh Wajib Lapor LHKPN yang bersangkutan.
